Sensasi Berendam Sekaligus Terapi di Umbul Brintik Malangjiwan Klaten

Warga berenang di salah satu kolam renang Umbul Brintik, Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Selasa (20/11 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
24 November 2018 14:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, merupakan salah satu desa di Kabupaten Klaten dengan kekayaan alam berupa sumber mata air. Berada di bawah pohon beringin dengan air yang bening, sumber mata air tersebut dikenal dengan nama Umbul Brintik.

Tak hanya kesegeran air alaminya, Umbul Brintik dikenal sebagai tempat terapi kesehatan. Berendam di umbul tersebut diyakini bisa membantu penyembuhan sejumlah penyakit seperti rematik, stroke, atau saraf terjepit.

“Kebetulan di tempat kami [Umbul Brintik] diyakini bisa untuk terapi kesehatan dan alhamdulillah sudah pada sembuh [setelah terapi dengan berendam di umbul],” kata Kepala Desa Malangjiwan, Gunarto, saat berbincang dengan solopos.com, Jumat (23/11/2018).

Dari potensi alam tersebut, pemerintah desa setempat mulai mengembangkan menjadi objek wisata air. Pengembangan dilakukan setelah ada gelontoran dana desa sejak 2015 lalu. Secara bertahap, kolam renang yang ada di kawasan umbul itu direnovasi selain membangun kolam baru.

Saat ini sudah ada tiga kolam baru dan dua kolam utama yang direnovasi. Total dana yang dialokasikan guna pengembangan Umbul Brintik diperkirakan mencapai hampir Rp1 miliar. Selama setahun terakhir pengelolaan Umbul Brintik diserahkan ke Badan Usaha Milik (BUM) desa.

Pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan umbul tersebut saban bulannya mencapai puluhan juta rupiah dari tiket masuk kawasan umbul senilai Rp3.000/orang. “Bulan kemarin [Oktober] itu pendapatan dalam satu bulan mencapai Rp70 juta,” kata dia.

Gunarto mengatakan keberadaan objek wisata air tersebut juga mulai berdampak pada pemberdayaan masyarakat setempat. Sebanyak 15 warga setempat mengelola objek wisata tersebut. Selain itu, sekitar 20 warga mendirikan warung di sekitar objek wisata.

Soal pengembangan objek wisata air, Gunarto menjelaskan tetap mengangkat ciri khas Umbul Brintik sebagai tempat terapi kesehatan.

“Kami mengembangkan taman wisata air dengan ciri khas umbul terapi. Di Kecamatan Kebonarum selain Malangjiwan itu ada Desa Pluneng dan Desa Ngrundul yang juga memiliki sumber mata air. Objek wisata air yang dikembangkan itu diupayakan saling menyangga dengan ciri khas masing-masing,” ungkapnya.

Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Malangjiwan, Supriyanto, mengatakan Umbul Brintik hampir saban hari ramai sejak pukul 03.30 WIB. Warga yang datang sejak pagi rata-rata untuk melakukan terapi kesehatan.

“Sudah ada ratusan orang yang membuktikan soal terapi kesehatan tersebut. Sudah pernah ada pengujian dan memang kadar oksigen air Umbul Brintik tinggi,” jelas dia.