Terkam Kambing Tanpa Memakan, Kemarahan Macan Gunung Lawu Harus Dipelajari

Macan tutul di Taman Nasional Baluran. (Wikipedia.org - Candra Firmansyah)
24 November 2018 06:30 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dugaan bahwa rusaknya ekosistem hutan memicu kemarahan macan Gunung Lawu ke ternak-ternak warga kian kuat. Kepolisian meminta masyarakat kian waspada sekaligus mempelajari kemarahan macan tutul dalam beberapa kasus terakhir.

Dalam kasus terakhir di kandang kambing milik Sayem, di Dusun Gondangtelan, RT 002/RW 006, Desa Wonorejo, macan hanya menggigit leher dan tidak memakan daging kambing. Macan itu hanya meninggalkan kambing yang telah diterkam.

Kapolsek Jatiyoso, Iptu Subarkah, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyatakan ada dugaan macan masuk ke dalam rumah. Subarkah menyampaikan aparat menemukan bulu hewan berwarna kuning di jendela di atas tungku dekat kandang di rumah Saminem yang memiliki 11 ekor kambing. Macan diduga masuk melalui jendela.

"Kami imbau anak kecil tidak keluar saat malam. Benahi kandang menjadi permanen. Adakan siskamling malam hari mulai tengah malam hingga pagi hari. Kami berkoordinasi dengan BKSDA untuk membuat alat perangkap. Kemarahan macan perlu dipelajari," ujar dia saat berbincang dengan wartawan di sela-sela meninjau lokasi, Jumat (23/11/2018).

Subarkah menyampaikan telah menyiagakan empat personel untuk membantu warga melakukan siskamling. Selain itu, kepolisian menekankan larangan berburu hewan yang dilindungi.

Kabag Ops Polres Karanganyar, Kompol Sony Suharna, dan Kasat Sabhara Polres Karanganyar, AKP Suryono, juga meninjau kandang milik warga yang didatangi macan. Suharna mengimbau warga melapor kepada polsek apabila ada pemburu nekat berburu.

"Kami koordinasi dengan Perhutani dan BKSDA. Polsek dan kades mulai nanti malam [Jumat] ronda ditingkatkan. Bikin ledakan mercon bumbung untuk menghalau macan. Itu hewan dilindungi jadi enggak boleh ditembak. Sampaikan informasi kalau ada orang nekat berburu. Polisi akan mengambil langkah pembinaan."

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, macan tutul Gunung Lawu kembali turun dan menyerang enam ekor kambing milik warga di lereng Lawu pada Kamis (22/11/2018) malam pukul 23.30 WIB. Informasi yang dihimpun Solopos.com, 6 dari 7 ekor kambing milik warga Dusun Gondangtelan, RT 002/RW 006, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Sayem, 73, diterkam macan.

Janda lanjut usia (lansia) itu sesekali menangis sembari mengelus dada saat ditanya kejadian Kamis malam. Janda itu harus merelakan kambing yang dirawat untuk anak dan cucunya itu mati diterkam macan.

Lima dari enam kambing yang diterkam mati sedangkan satu ekor kambing sekarat. Warga berinisiatif membeli kambing sekarat dan disembelih. Warga berpatungan dan membayar Sayem Rp400.000 untuk seekor kambing.