Jatuh Seusai Disengat Tawon, Pemuda Eromoko Wonogiri Meninggal

Petugas Damkar Klaten memusnahkan sarang tawon di rumah salah satu warga. (Solopos/Dok)
05 Desember 2018 17:40 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemuda asal Eromoko, Wonogiri, Adi Cipto Purwanto, 28, meninggal dunia setelah jatuh dari pohon kelapa, Selasa (4/12/2018) pukul 16.30 WIB. Adi sengaja menjatuhkan diri karena tak kuat menahan sakit di sekujur tubuh akibat disengat tawon gung.

Belum diketahui secara pasti Adi meninggal dunia akibat luka di wajah akibat terjatuh atau akibat sengatan tawon. Peristiwa nahas itu terjadi di Pucung Kidul RT 001/RW 004, Desa Pucung, Eromoko.

Kapolsek Eromoko, Iptu Anom Prabowo, kepada Solopos.com, Rabu (5/12/2018), menceritakan kejadian bermula saat Adi bersama lima temannya hendak mencari madu tawon gung yang oleh penduduk setempat juga disebut tawon setan.

Mencari madu tawon gung menjadi pekerjaan sampingan banyak warga Pucung. Hal itu lantaran madu tawon tersebut bisa dijual dengan harga tinggi, yakni mencapai Rp300.000-Rp350.000/botol sirup.

Sedianya Adi ingin mengambil madu di sarang yang menempel di pohon sengon setinggi lebih kurang 15 meter. Pohon itu dekat dengan pohon kelapa. Temannya memperingatkan agar Adi tak mengambil sendiri agar sarang tawon bisa terambil dengan cepat.

Selanjutnya warga Duwet RT 001/RW 009, Pasekan, Eromoko, itu mengajak lima temannya. Sampai lokasi, teman Adi, Warsito, mencoba mengambil sarang tawon terlebih dahulu dari pohon kelapa.

Belum sampai di bagian pohon yang dituju, dia turun karena tubuhnya sakit setelah disengat beberapa tawon. Setelah itu giliran Adi.

Dia memanjat pohon kelapa sampai nyaris di bagian pohon yang dituju. Beberapa meter dari bagian pohon yang dituju kawanan tawon gung menyerangnya. Saat itu kawanan tawon lainnya juga menyerang temannya yang menunggu di bawah.

Adi yang merasa kesakitan akibat disengat langsung turun dengan cara meluncur. Lebih kurang tiga meter sebelum mencapai tanah dia diduga dia terjun. Nahas, dia terjatuh dalam posisi tertelungkup dengan wajah terkena bagian tepi pelepah pohon kelapa.

“Saat dicek beberapa gigi korban [Adi] tanggal. Ketika itu korban setengah sadar. Kemudian temannya membawanya ke Klinik Mulya Darma di Eromoko. Namun, saat sampai di klinik korban sudah meninggal dunia,” kata Anom mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, saat dihubungi Solopos.com.

Dia melanjutkan penyebab kematian Adi belum diketahui secara pasti. Kapolsek menduga penyebab utama kematian Adi antara akibat sengatan lebah dan luka di wajah yang dialaminya karena terjatuh.

Terlepas dari hal itu, sengatan tawon gung bisa mengakibatkan rasa sangat sakit. Tiga hari sebelumnya ada warga yang juga diserang tawon gung di lokasi yang sama.

Saat itu warga sedang mencari rumput. Akibat disengat kawanan tawon itu warga bersangkutan dirawat inap di rumah sakit selama tiga hari.

Masalah tawon di Kota Sukses ditangani UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) di bawah naungan Satuan Polisi Pamong Projo (Satpol PP). Kepala Satpol PP Wonogiri, Waluyo, menyatakan UPTD Damkar siap memberantas tawon gung di Pucung Kidul.

Hingga Rabu sore dia belum mendapat laporan keberadaan sarang tawon tersebut. Satpol PP tak bisa langsung mengatasi masalah tawon gung itu karena tidak menutup kemungkinan tawon tersebut menjadi andalan warga untuk mencari pendapatan tambahan.

“Kalau mau mengambil madu perhatikan keselamatan juga. Kalau bisa pakai alat pengaman badan,” ucap Waluyo.