10 Peserta Mangkir Tes SKB CPNS Hari Pertama di Sragen

Ratusan peserta mengikuti computer assisted test (CAT) pada hari pertama seleksi kompetensi bidang (SKB) di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (8/12 - 2018). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
08 Desember 2018 17:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 10 peserta penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS 2018) mangkir dari computer assisted test (CAT) pada hari pertama seleksi kompetensi bidang (SKB) di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (8/12/2018).

Pelaksanaan SKB tersebut terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama seharusnya diikuti 430 peserta, namun hanya 424 peserta yang hadir. Sesi kedua seharusnya diikuti 430 peserta, namun hanya 428 peserta yang hadir. Sementara pada sesi ketiga seharusnya diikuti 176 peserta, namun hanya 174 peserta yang hadir.

“Total peserta seharusnya 1.036. Mereka sudah dinyatakan lolos SKD [seleksi kompetensi dasar] sehingga berhak mengikuti SKB. Tapi, hingga waktu pelaksanaan, hanya 1.026 yang hadir. Jadi, ada 10 peserta yang tidak hadir. Kami tidak tahu alasan ketidakhadiran mereka. Mereka otomatis gugur sebagai peserta seleksi,” papar Ketua Bidang Perencanaan, Pengadaan, Pemberhentian, Informasi dan Aparatur, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen, Dwi Agus Prasetyo, saat ditemui solopos.com di lokasi.

Dwi Agus Prasetyo menjelaskan secara teknis tidak ada kendala menghambat pelaksanaan hari pertama SKB. Para peserta tertib melakukan semua tahapan mulai dari proses penitipan barang, presensi, registrasi pin, masuk ke ruang ujian hingga mengerjakan soal melalui CAT.

“Total kami menyediakan 460 unit laptop, meski yang dipakai hanya 430 unit. Kami sengaja menambah 30 unit laptop sebagai cadangan jika sewaktu-waktu ada laptop lain yang bermasalah,” jelas Dwi Agus.

Setelah keluar dari ruang ujian, peserta bisa langsung memantau nilainya melalui jurnal yang ditayangkan secara online. Peserta juga bisa memantau nilai mereka secara offline melalui papan pengumuman yang dipasang di depan GOR Diponegoro, 30 menit setelah tes.

“Selanjutnya, pansel [panitia seleksi] nasional akan menghitung akumulasi nilai dari SKD dan SKB masing-masing peserta. Penghitungan nilai dilakukan setelah SKB selesai pada 14 Desember mendatang. Nanti pansel nasional akan mengumumkan peserta yang dinyatakan diterima jadi CPNS sesuai dengan formasi jabatan yang dilamar,” papar Dwi Agus.

Septrian Hendys, 30, salah seorang peserta asal Ngawi, Jawa Timur, mengakui jenis soal SKB yang dikerjakannya cukup sulit. Hendys sebenarnya sudah belajar kisi-kisi atau contoh soal SKB. Akan tetapi, 100 soal yang dikerjakannya itu jauh dari prediksi.