Warga Bantaran Kali Anyar dan Kali Pepe Solo Diminta Waspadai Banjir Bandang

Ilustrasi banjir. (Bisnis/Paulus Tandi Bone)
09 Desember 2018 17:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo memetakan 25 kelurahan di Kota Bengawan masuk daerah rawan banjir. Kelurahan tersebut terutama yang berada di daerah aliran sungai.

Kepala BPBD Kota Solo, Eko Prajudi Noor Aly, meminta warga di daerah rawan banjir mewaspadai bencana banjir memasuki pada musim penghujan ini. Diperkirakan intensitas curah hujan tinggi terjadi pada Desember 2018 hingga Maret 2019.

“Sebanyak 25 kelurahan rawan banjir di daerah aliran Sungai Bengawan Solo, Kali Pepe, Kali Anyar, Kali Jenes, dan Sungai Premulung,” kata dia kepada Solopos.com, Minggu (9/12/2018).

Bagi warga di aliran Kali Anyar, bencana banjir yang patut diwaspadai adalah banjir bandang. Hal itu karena secara karakteristik aliran Kali Anyar lurus yang berasal langsung dari Gunung Merbabu.

Dia juga menyebut daerah rawan banjir bandang ini tersebar di sejumlah kelurahan seperti Sumber, Banyuanyar, Gilingan, Nusukan, Kadipiro, Mojosongo, dan Jebres. “Warga di daerah rawan banjir Kali Anyar harus mewaspadai ancaman banjir bandang itu,” katanya.

Berbeda dengan karakteristik aliran Sungai Bengawan Solo yang kondisinya berkelok-kelok. Potensi banjir bandang pun sangat kecil.

Berbagai persiapan terkait penanggulangan banjir, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), serta kelurahan untuk mengecek kondisi pompa air dan talut.

BPBD juga mengerahkan komunitas sukarelawan bersama anggota Linmas untuk mengantisipasi banjir. Selain itu, peralatan dan perlengkapan keselamatan dan evakuasi diklaim telah lengkap dan siap digunakan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Solo Dono Tumpo mengatakan akan memasang empat alat pendeteksi dini bencana banjir atau Early Warning System (EWS) di anak Sungai Bengawan Solo. Pemasangan alat tersebut guna mengantisipasi banjir di Kota Bengawan.

Dia memerinci empat lokasi pemasangan alat deteksi dini bencana banjir di antaranya Kali Pepe, Kali Anyar, Sungai Brojo, dan Kali Jenes. “EWS kita pasang di Kali Pepe dan Kali Anyar yang merupakan aliran air dari wilayah Boyolali. Air kiriman dari Boyolali ini rawan menimbulkan banjir bandang,” katanya.

Dia menjelaskan alat deteksi dini banjir dipasang dengan model sirine, sehingga saat level air meningkat pada siaga hijau secara otomatis sirine akan berbunyi. Selain itu juga mengirimkan pesan ke nomor handphone (HP) warga yang sudah terkoneksi dengan peranti tersebut.

Pemasangan alat deteksi di banjir di anak Sungai Bengawan Solo ini dinilai penting, karena beberapa tahun terakhir Kota Solo sering mendapatkan kiriman banjir dari wilayah Boyolali. Padahal saat itu di Kota Bengawan tidak terjadi hujan seperti halnya banjir bandang yang melanda Solo awal 2015 lalu.

Di mana sebagian besar wilayah Kecamatan Banjarsari terdampak luapan Kali Pepe yang berlangsung hanya beberapa jam. “Empat alat deteksi dini banjir ini dipasang agar masyarakat di daerah rawan banjir tahu dan langsung bersiaga saat banjir akan datang,” katanya.