Dikenal Tulus dalam Berkarya, Seniman Solo Cunong Meninggal Dunia

Seniman Solo Cunong (Istimewa/Facebook)
11 Desember 2018 10:55 WIB Ika Yuniati/Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Kabar duka datang dari seniman asal Solo Guntur Triono atau yang akrab disapa Cunong. Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com, Cunong mengembuskan napas terakhir pada Senin (10/12/2018) pukul 22.30 WIB di Kaliampit, RT 06 RW 01 Tuban, Gondangrejo, Karanganyar.

Meninggalnya Cunong dibenarkan oleh rekan senimannya di Solo yakni pegiat teater Dodik Eskha Aquinas dan Turah Hananto. Mereka menerima kabar duka tersebut tadi pagi. Cunong meninggal semalam karena sakit.

"Mendadak banget. Iya semalam sakit. Tapi belum tahu sakitnya apa. Ini nanti mau kesana. Teman juga pada kaget. Nilapne," kata Dodik saat dikonfirmasi wartawan Solopos, Selasa (11/12/2018).

 Rumah duka seniman Cunong di Kaliampit, RT 06 RW 01 Tuban, Gondangrejo, Karanganyar, Selasa (11/12/2018). (Irawan Sapto Adhi-Solopos).

Semasa hidupnya, Cunong aktif berteater di Solo. Ia sempat jadi anggota di Teater Jejak, Teater Eks (pendiri), Teater TERA, dan Teater T. Dia juga dikenal sebagai pendiri Rumah Balada Indonesia (RBI). Bersama Max Baihaqi, ia menjadi kreator agenda musik Balada Balada di Bentara Budaya Solo.

"Mas Cunong sosok yang tulus dan total dalam berkarya. Lirik-lirik di lagunya merupakan suara kejujuran dia ketika melihat kondisi sosial politik yang ada di masyarakat," tambah Dodik.

Cunong pernah membina para pengamen jalanan di Kartasura. Dia menanamkan etika kepada para pengamen di bus Solo-Jogja bahwa menyanyi lagu harus utuh dan dibawakan dengan baik, baru meminta uang.

Setelah mendapat binaan dari Cunong, pengamen menjadi lebih tertib. Cunong yang meninggal di usia 47 tahun juga pernah pernah kolaborasi dengan Ully Sigar Rusady.

Jenazah Cunong akan dimakamkan di permakaman Banjarjo RT 01 RW 01 Tuban, Gondangrejo, Karanganyar, pukul 11.00 WIB.  Cunong meninggalkan seorang istri Rini Nur Hidayati dan 3 orang anak yakni Tabita Giandini, Kara Kayana Baladari, dan Arka.