Dalam Sehari, 2 Mayat Ditemukan di Teras dan Sambi Boyolali

Petugas PMI Boyolali membawa jenazah Watinah, 90 yang ditemukan meninggal di dalam rumahnya di Desa Canden, Kecamatan Sambi, Senin (10/12 - 2018). (Istimewa/PMI Boyolali)
11 Desember 2018 08:40 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Dua mayat ditemukan di tempat berbeda di Boyolali, yakni di Kecamatan Teras dan Kecamatan Sambi, Senin (10/12). Diduga, keduanya meninggal karena sakit.

Mayat pertama adalah Alip, 50, warga Ranudimejan Kecamatan Sawit, Boyolali yang ditemukan di Perum Panorama Randusari Kecamatan Teras sekitar pukul 12.00 WIB. Berikutnya adalah mayat Watinah, 90 yang ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB di dalam rumahnya di Desa Canden, Kecamatan Sambi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com menyebutkan, siang itu istri Alip, Sumiyem, 50 menyuruh salah satu anaknya untuk menjenguk Alip yang sedang bertandang ke rumah saudaranya di Teras karena sudah 3 hari tidak pulang tanpa kabar. Sesampainya di rumah tujuan, anak korban memanggil-manggil Alip namun tidak ada jawaban. Curiga dengan hal ini, dia masuk dan mendapati ayahnya sudah meninggal dunia. Dikabarkan kondisi korban sudah mengeluarkan bau dan diperkirakan sudah meninggal beberapa hari sebelumnya. Diduga, Alip mengalami serangan jantung sebelum mengembuskan napas terakhir.

Sementara itu, di Sambi, sebelum mayat Watinah ditemukan, menantu korban, Warni, 40 yang tinggal tak jauh dari rumah korban hendak mengantarkan makan seperti biasanya. Sudah tiga hari terakhir rumah korban selalu terkunci.

Warni mencoba masuk melalui pintu belakang dan saat itu namun tercium bau busuk dari dalam rumah korban. Warni kemudian masuk dan mendapati Watinah sudah meninggal di kamarnya. Lalu dia memanggil ketua RT setempat Sugiarto untuk ikut mengecek kondisi korban.

Sementara itu, petugas humas PMI Boyolali Aziz Nugroho mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan dari polisi, pihaknya mengirimkan personel untuk memeriksa jenazah bersama pihak kepolisian dan puskesmas setempat dan kemudian membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) Boyolali.

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto mengonfirmasi informasi tersebut. Menurutnya, kedua korban diperkirakan keduanya meninggal karena sakit. “Meninggal wajar, keduanya punya riwayat sakit jantung,” ujarnya.