Jembatan Kaca Tirtonadi Solo Tak Dibuka untuk Umum

Penampakan Jembatan Kaca Bendung Karet Tirtonadi, Kali Anyar, Nusukan, Banjasari, Solo, Rabu (5/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
13 Desember 2018 07:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jembatan kaca yang dibangun di atas Kali Pepe Solo bakal menjadi ikon destinasi wisata baru. Namun jembatan kaca tersebut peruntukannya sebagai jalur inspeksi sungai dan tidak dibuka umum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR ) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan lokasi jembatan berada tepat di depan Terminal Tirtonadi Solo. Keunikan desainnya menjadi salah satu bagian menarik. Desain jembatan dibuat mirip seperti gelombang.

Tidak hanya itu, desain jembatan ini dindingnya juga terbuat dari kaca. Namun jembatan dengan panjang lebih kurang 70 meter dan lebar dua meter ini tidak dibuka untuk umum. Melainkan, hanya ditujukan sebagai jembatan inspeksi.

“Untuk bangunan jembatan sudah selesai sepenuhnya. Akan tetapi, pintu masuk jembatan akan kita gembok karena tidak kita buka untuk umum. Hanya untuk petugas saja,” kata Sita sapaan akrabnya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Rabu (12/12/2018).

Sita mengatakan pintu masuk jembatan digembok sebagai langkah mengantisipasi adanya warga yang masuk ke jembatan tersebut. Warga hanya bisa menikmati jembatan sebagai background foto saat menikmati kawasan bantaran Kali Pepe.

Jembatan kaca dibangun sebagai pelengkap proyek bendung karet Tirtonadi yang kini hampir rampung. Sejumlah pengerjaan masih dilakukan adalah tahap  finishing. Selain jembatan kaca, terdapat Taman Bengawan Solo di sisi selatan dan utara Kali Pepe.

“Sekarang setiap sore hari di sana ramai dikunjungi oleh warga. Tidak hanya dari Solo, tetapi juga dari daerah lain,” katanya.

Di kawasan itu, Pemkot juga membangun Papan Kawruh Tirta di Gilingan atau bernama Galeri Sungai sekaligus melengkapi wisata air di bendung karet Tirtonadi. Papan Kawruh Tirta akan menjadi wisata edukasi airnya. Bangunan berbentuk kapal itu menjadi salah satu tempat wisata baru di Kota Solo.

Lebih dari itu, Papan Kawruh Tirta juga menjadi pusat pembelajaran mengenai air, sungai, dan danau. "Di sini bisa belajar tentang air, bisa air tanah, air sungai dan air lainnya, ada juga dokumen tentang masterplan sungai di Solo,” katanya.

Di dalam bangunan yang dibangun sejak 2016 lalu terdapat ruangan yang berisi foto-foto sungai dan ragamnya. Selain itu berisi tentang informasi dan lokasi sungai di Solo. Kemudian disiapkan sejarah sungai yang diputar melalui media film. “Sekolah sungai juga bisa di sini," katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berharap bendung karet Tirtonadi dengan dilengkapi jembatan kaca bisa diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Februari 2019.

Sebagai informasi, proyek bendung karet Tirtonadi Solo merupakan program penanggulangan banjir paket tiga yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Kota Bengawan.