Pengurus BKSM SD/MI Kabupaten Sukoharjo Resmi Dilantik

Pelantikan pengurus BKSM SD - MI Kabupaten Sukoharjo 2018/2022 (Istimewa)
13 Desember 2018 22:40 WIB Chelin Indra Sushmita Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO Pengurus Badan Kerjasama Sekolah Muhammadiyah (BKSM) SD/MI Kabupaten Sukoharjo periode 2018-2022 resmi dilantik. Acara pelantikan itu digelar di Auditorium Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (8/12/2018).

Sebanyak 18 pengurus BKSM baru yang diketuai oleh Marjuki, dilantik langsung oleh Kepala Dikdasmen PDM Kabupaten Sukoharjo, Irawan. Acara tersebut digelar bersamaan dengan seminar nasional Revolusi Pendidikan di Era 4.0.

Dengan dilantiknya pengurus yang baru ini, diharapkan Sekolah/Madrasah yang tergabung dalam BKSM menjadi lembaga yang mampu bersaing dan diperhitungkan keberadaannya di era 4.0 serta menjadi penerus perjuangan persyarikatan Muhammadiyah.

Setelah pelantikan selesai, acara dilanjutkan dengan seminar nasional yang diikuti kurang kebih 200 peserta. Adapun peserta seminar tersebut kepala sekolah dan perwakilan guru SD/MI Muhammadiyah se-Soloraya, Dikdasmen PCM se-Kabupaten Sukoharjo, dan umum.

Seminar nasional tersebut diisi oleh Kepala Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar UMS, Nur Amalia, dan Konsultan dan Motivator Pendidikan, Penulis, Majelis Pustaka PWM Jawa Timur, Mulyana. Adapun yang bertindak sebagai motivator adalah Kepala SMA Muhammadiyah PK Kartasura, Nasrul Harahab.

Seminar nasional itu mengupas tentang revolusi industri 4.0 yang merupakan sebuah keniscayaan. Di era digital, banyak pekerjaan manusia yang mulai digantikan dengan mesin. Hampir seluruh lini kehidupan bisa digantikan oleh mesin. Termasuk juga dalam dunia kependidikan. Bahkan wujud fisik seorang guru bisa digantikan oleh robot.

Namun, secanggih apapun mesin atau robot, dia hanya buatan manusia. Banyak sisi kelemahan yang dimiliki. Sehingga peranan guru yang bersifat humanis, tetap tak tergantikan. Menjadi Guru di era revolusi industri 4.0 sangat berat tantangannya. Dibutuhkan kemampuan menguasai teknologi, tidak gagap teknologi (gaptek) atau kudet alias kurang update.