Polres Wonogiri Janji Beri Rp1 Juta untuk Informasi Soal Peredaran Narkoba

Aparat Satresnarkoba Polres Wonogiri menunjukkan bong atau alat isap sabu-sabu saat acara sosialisasi terkait narkoba di Pendapa Kantor Camat Ngadirojo, Wonogiri, Kamis (13/12 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
13 Desember 2018 20:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Polres Wonogiri menjanjikan imbalan Rp1 juta bagi warga yang memberi informasi terkait keberadaan pengedar narkoba atau mengetahui adanya transaksi narkoba. Polisi menjamin kerahasiaan informan. Imbalan diberikan jika informasi bersangkutan benar.

Hal itu dikemukakan Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wonogiri, Iptu Sandiya, saat menyampaikan materi di acara Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Pendapa Kantor Camat Ngadirojo, Wonogiri, Kamis (13/12/2018).

Kegiatan itu diinisiasi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Wonogiri. Kepada para peserta kegiatan, dia mengatakan peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam pencegahan peredaran narkoba maupun penindakan pelaku.

Dalam hal penindakan, polisi membutuhkan informasi masyarakat sebagai modal awal penyelidikan kasus. Dia menjanjikan akan memberi Rp1 juta bagi siapa pun yang menginformasikan keberadaan pengedar narkoba atau setidaknya mengetahui adanya transaksi narkoba.

“Identitas dijamin rahasia,” ucap Sandiya mewakili Kasatresnarkoba, AKP Suharjo dan Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati. Dia meminta warga tak takut memberi informasi, meski yang terlibat kasus narkoba orang yang sudah dikenal.

Dia menerangkan peredaran narkoba telah sampai Wonogiri, bahkan hingga ke wilayah pelosok. Ironisnya, beberapa pelaku di antaranya pelajar dan mahasiswa. Dua tahun terakhir ini pengungkapan kasus narkoba meningkat.

Pada 2017 Satresnarkoba mengungkap 19 kasus narkotika dengan 19 tersangka dan satu kasus psikotropika dengan dua tersangka. Tahun ini kasus narkoba yang terungkap sebanyak delapan kasus narkotika, delapan kasus psikotropika, dan lima kasus obat daftar G. Polisi menangkap 23 tersangka.

Dia melanjutkan imbalan dari polisi untuk memotivasi warga agar lebih semangat dan tak takut memberi informasi.

“Kalau menemukan tutup botol terdapat dua lubang yang diberi sedotan di tepi jalan misalnya atau di pekarangan, segera laporkan. Itu bagian dari bong [alat isap sabu-sabu]. Itu tandanya ada indikasi penggunaan sabu-sabu di sekitar lokasi,” ucap dia.

Ketua Tim P4GN Wonogiri yang juga Wakil Bupati, Edy Santosa, menyerukan agar 200 peserta yang terdiri atas ibu-ibu, tokoh masyarakat, dan karang taruna itu tak takut melaporkan adanya orang yang mencurigakan.

Dia juga berpesan para orang tua membentengi anak dari narkoba. Langkahnya bisa dengan intensif memantau kegiatan anak, terutama saat mengoperasikan telepon seluler (ponsel).