Pemilih Pemula Wonogiri Mayoritas Tak Kenal Caleg

Ilustrasi calon anggota Legislatif (caleg). (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
15 Desember 2018 11:30 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Pemilih pemula yang rata-rata berstatus pelajar mengaku belum mengetahui siapa saja calon legislatif dalam Pileg tahun depan. Mereka lebih mengerti calon presiden dari obrolan teman dan media sosial.

Aurelia Andrawina, 17, asal Bulusur, Wobogiri, mengaku belum mengenal calon yang berkompetisi di Pileg mulai dari kabupaten, provinsi, hingga pusat. Ia juga tak tahu siapa calon DPD yang bakal dipilihnya. Kendati demikian, informasi pilpres dan pileg kerap ia terima melalui media sosiap miliknya. “Belum tahu mau milih siapa. Enggak terlalu tertarik. Mending waktunya buat belajar,” kata Aurel, saat ditemui di SMA N 1 Wonogiri, Jumat (14/12/2018).

Pada Pemilu perdananya, ia memastikan bakal menggunakan hak suaranya. Ia mulai mencari tahu kandidat yang akan dipilihnya mendekati hari pencoblosan.

“Saya besok pasti milih. Mungkin nanti mulai browsing siapa calonnya sama tanya orang tua. Orang tua juga membebaskan mau memilih siapa. Sama teman-teman juga kadang suka ngobrolin pilpres,” ujar siswi kelas XI.

Pelajar lain, Hendri Gunawan, 17, asal Baturetno, menyatakan sudah memiliki pilihan siapa yang dicoblos pada pemilu mendatang. Ia memantabkan pilihannya dengan menggali informasi melalui dari media sosial, koran, keluarga, dan teman. “Kalau pilihan sudah ada. Enggak ada kriteria khusus hanya yang penting bisa memimpin, enggak arogan. Keluarga saya juga membebaskan mau memilih siapa saja,” beber Hendri.

Pelajar lain, Rivaldo, 17, asal SMAN 2 Wonogiri, mengaku hanya mengenal calon di tingkat kabupaten yang kebetulan sering berinteraksi. Calon lain, ia tak tahu. Begitu pula dengan calon DPRD Provinsi, DPD, hingga DPR RI. Namun, ia cukup mengenal capres melalui media dan media sosial. “Enggak banyak yang saya kenal. Tapi kalau tahun depan pencoblosan saya sudah tahu info itu dari KPU, teman-teman, daj lainnya,” ujar dia.

Rivaldo mengaku biasa-biasa saja menghadapi pemilu mendatang. Tak ada yang istimewa dari pemilu perdana ia menggunakan hak suaranya. “Enggak ada persiapan khusus ya. Kalau mencari info soal calon mungkin nanti browsing atau tanya teman dan orang tua,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan Devi Amalia, 17, asal Ngadirojo. Bagi Devi, bisa menggunakan hak pilihnya untuk kali pertama menjadi kesan tersendiri. Kendati, ia sendiri belum tahu persis siapa saja calon-calonnya. “Belum tahu milih siapa. Tapi, sepertinya seru bisa ikut mencoblos,” kata dia.

Dicky Prasetyo, 17, asal Wonogiri, menuturkan tak begitu mengenal siapa calon-calon yang menjadi peserta Pileg mendatang. Ia pun belum mengerti siapa yang akan dipilihnya. “Enggak banyak yang kenal. Mungkin saking banyaknya. Kalau satu-dua kenal yang pernah ketemu,” ujar dia.

Ia pun berencana menggali informasi lebih lengkap soal calon pemilu mendatang baik melalui Internet, bertanya kepada orang tua, hingga mengobrol dengan teman-temannya.