Diuji Coba Senin, Flyover Manahan Solo Beroperasi Penuh Jumat Depan

Pekerja menyelesaikan pemasangan mozaik berbahan pecahan keramik pada proyek pembangunan flyover Manahan di Jl. dr. Moewardi, Kota Barat, Solo, Selasa (27/11 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
16 Desember 2018 13:27 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mempercepat operasional jalan layang (flyover) Manahan pada 21 Desember, dari sedianya dibuka untuk umum di Januari mendatang. Beroperasinya jalan layang tersebut bakal mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Bengawan selama arus libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Kepastian beroperasinya jalan layang Manahan disampaikan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo ketika dijumpai wartawan, Minggu (15/12/2018). Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Solo ini menginginkan agar flyover bisa dibuka pada Jumat (21/12/2018) nanti.

“Targetnya 21 ini [Desember] sudah dibuka umum, baik atas dan bawah [flyover]. Nanti tidak perlu pakai seremonial, paling kita barengkan di acara Mider Praja,” kata Wali Kota.

Wali Kota sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) segera mengebut penataan kawasan flyover Manahan. Termasuk sarana dan prasarana infrastruktur pendukung, seperti pengaspalan jalan sayap kiri dan kanan di bawah flyover. Sedangkan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) masih menunggu simulasi flyover Manahan yang akan dilaksanakan Dinas Perhubungan (Dishub) mulai Senin (17/12/2018). Sesuai rencana simulasi dilaksanakan Dishub secara internal selama dua hingga tiga hari ke depan.

“Jadi bagaimana rekayasa lalu lintasnya, masih menunggu hasil simulasi Dishub,” katanya.

Wali Kota berharap flyover Manahan beroperasi sebelum akhir bulan ini guna mengurai kepadatan lalu lintas saat libur Natal dan Tahun Baru. Sebab diprediksikan jumlah kendaraan yang melintas di Kota Bengawan meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru tersebut. Namun demikian operasional jalan layang Manahan menunggu penyelesaian sarana dan prasarana pendukung, seperti markah jalan, lampu penerangan jalan dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan Natal bisa beroperasi. Pokoknya semua tergantung Dishub dan DPUPR,” katanya.

Selain sarana dan prasarana pendukung, Pemkot juga tengah menyelesaikan pemasangan ornamen berkarakter khas Solo yang menghiasi dinding-dinding jalan layang Manahan. Dinding flyover Manahan sepanjang 1.500 meter diberi sentuhan ornamen. Anggaran Rp2,5 miliar disiapkan Pemkot untuk finishing jalan layang tersebut.

Kepala Dishub Solo Hari Prihatno memetakan sejumlah lokasi rawan macet selama liburan akhir tahun mendatang. Pusat bisnis dan komersial atau Central Business District (CBD) dianggap sebagai salah satu simpul kemacetan di Kota Solo.

Hal itu tidak terlepas dari melonjaknya jumlah kendaraan yang melintas di Kota Bengawan. Kawasan perekonomian biasanya menjadi jujukan warga dan pelancong untuk berwisata selama liburan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Hal itu lantas memicu penumpukan kendaraan di kompleks CBD.

Manajemen rekayasa lalu lintas pun disiapkan Dishub, guna mengantisipasi kemacetan panjang itu. “Potensi kemacetan juga di beberapa lokasi persimpangan sebidang seperti kawasan Purwosari, Gilingan, Pasar Nongko, Palang Joglo dan lainnya,” katanya.