Hujan Deras Picu Longsor di Beberapa Wilayah Karanganyar

ilustrasi longsor. (Solopos/Dok)
17 Desember 2018 16:15 WIB Irawan Sapto Adhi Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mendapat laporan kejadian tanah longsor di sejumlah lokasi di Bumi Intanpari pada akhir pekan lalu.

Pertama, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Dusun Wates RT 002/RW 009 Desa Jumantoro, Jumapolo, Jumat (14/12/2018) sekitar pukul 22.00 WIB, yang diakibatkan hujan deras. Tanah yang longsor tersebut berupa material tanah persawahan milik empat orang sekaligus, yakni Cipto Daryono, 60, Marto Parno, 70, Eko Widodo, 64, dan Karman, 65.

BPBD Karanganyar menginventarisasi volume tanah longsor di sana mencapai kurang lebih 400 meter (m) x 20 m. Mengetahui bencana itu, BPBD Karanganyar lantas melakukan kerja bakti terutama membersihkan tanah yang longsor hingga menutup jalan penghubung Jumantono-Jumapolo.

BPBD Karanganyar kemudian mendapat laporan longsor di Dusun Girilayu RT 002/RW 006 Desa Girilayu, Matesih, Sabtu (15/12/2018). Longsor terjadi pada talut pekarangan semi permanen berukuran 12 m x 8 m di dekat rumah Sutrisno, 45.

BPBD Karanganyar dibantu warga sekitar lantas bekerja bakti membersihkan longsoran tanah yang sampai menutup jalan kampung tersebut. Selain itu, longsor pada tebing atau talut semi permanen dilaporkan terjadi juga di Dusun Selokajang RT 001/RW 016 Desa Wukirsawit, Jatiyoso, Sabtu.

BPBD Karanganyar memberikan bantuan logistik dan tenaga untuk kerja bakti di lokasi bencana. Di Selokajang, longsor terjadi di dua tempat. Lokasi longsor lain yakni terjadi pada bagian talut jalan penghubung Jumantono ke Jatiyoso.

Bencana longsor yang disebabkan hujan deras tersebut setidaknya mengikis seperempat bagian jalan. Petugas BPBD lantas mendatangi lokasi dan melakukan pendataan kerusakan pada jalan milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar itu.

Sementara itu, tebing setinggi 8 meter di RT 001/RW 009 Koripan, Matesih, juga longsor hingga merusak kandang kambing milik Larno, 50, warga setempat.

Kepala BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko, bersyukur deretan peristiwa bencana alam akhir pekan lalu itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Selain longsor, pada akhir pekan lalu sejumlah daerah di Bumi Intanpari juga dilanda banjir dan pohon tumbang.

Misalnya, pada Sabtu lalu, BPBD Karanganyar mencatat telah terjadi banjir bandang di Dusun Sanggrahan RT 001/RW 005 Tunggulrejo, Jumantono, yang mengancam empat rumah warga. Banjir juga terjadi di Dusun Jeprono RT 001/RW 004 Desa Karangbangun, Matesih, saat terjadi hujan.

Bambang menyampaikan BPBD melakukan penanganan bencana-bencana tersebut dengan melakukan pembersihan. “Kami mengimbau masyarakat di lokasi rawan bencana untuk lebih berhati-hati lagi, mawas diri lagi, saat memasuki musim penghujan seperti ini,” ujar Bambang saat diwawancarai Solopos.com, Senin (17/12/2018).

Dia mempersilahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan penanganan bencana bisa menghubungi nomor Whatsapp (WA) Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Karanganyar 082 242 999 246/ 082 242 777 243 atau frekuensi radio 14.7849 mhz.