Masalah Lalu Lintas Flyover Manahan Solo, Kota Barat Harus Steril Parkir

Kondisi pedestrian Jl. Dr. Moewardi, Kota Barat, Solo, Kamis (18/1 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
18 Desember 2018 06:30 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan Kota Solo melakukan uji coba pengoperasian fly over Manahan, Banjarsari, Solo, Senin (17/12/2018) pagi. Pantauan Solopos.com, uji coba dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua dari berbagai jalur menunjukkan fly over hampir siap digunakan.

Secara kemiringan, tiga jalur jalan layang Manahan disimpulkan sudah landai atau tak terlalu curam. Tapi ada beberapa catatan yang perlu dibenahi (disempurnakan) sebelum jalan layang itu mulai dioperasikan untuk umum. Salah satu yang menjadi perhatian utama yaitu titik crossing (pertemuan) kendaraan dari utara dan barat.

Kendaraan yang masuk dari arah barat (Jl. Adi Sucipto) akan bertemu dengan kendaraan dari arah utara (Jl. MT Haryono) di tengah fly over. Artinya butuh kehati-hatian pengguna jalan agar kendaraan tidak saling bersenggolan.

Apalagi bila pengguna jalan memacu kendaraan mereka dengan cepat. Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan Solo, Ari Wibowo, mengonfirmasi titik pertemuan kendaraan dari arah utara dan barat jadi perhatian.

Pihaknya akan memasang satu CCTV khusus untuk memantau titik tersebut untuk melihat permasalahan yang mungkin muncul. “Pengguna jalan jangan memaksakan masuk bareng-bareng, harus bergantian,” tutur dia.

Catatan lain dari uji coba jalan layang Manahan, Ari menjelaskan, perlu segera merampungkan pembuatan marka jalan, pemasangan rambu-rambu lalu lintas, serta pencahayaan. Semua item itu diselesaikan sebelum uji coba untuk umum Rabu (19/12/2018).

Praktisi transportasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Budi Yulianto, menilai uji coba jalan layang Manahan pada Senin baru tahap awal. Langkah itu dilakukan untuk mempelajari karakteristik fly over Manahan.

Dari kegiatan itu ditemukan potensi permasalahan di titik pertemuan arus kendaraan dari Jl. Adi Sucipto dan Jl. MT Haryono di tengah fly over. Dia menegaskan penting sekali mencari formula solusi potensi permasalahan tersebut.

“Sedang ditindaklanjuti oleh Dishub dan Satlantas tentang bagaimana sebaiknya pemarkaan di titik tersebut. Saat ini masih proses diskusi. Tapi opsi yang bisa diambil yaitu pemarkaan dan perambuan di titik crossing tersebut,” tutur dia.

Budi juga memberikan rekomendasi agar dipasang APILL dengan pengaturan yang tepat di persimpangan depan Mapolresta Solo. APILL tersebut harus diatur agar tak memicu terjadinya penundaan arus lalu lintas.

Budi juga menggarisbawahi agar di Jl. Dr Moewardi (barat Lapangan Kottabarat) tidak lagi ada aktivitas parkir kendaraan di jalan. Sebab jalur itu menampung arus kendaraan dari Jl. Adi Sucipto (barat) dan Jl. MT Haryono (utara). Karena itu, kapasitas Jl dr Moewardi harus lebih besar.