Tabligh Akbar ACT Solo Bernuansa Semangat Keislaman dan Kemanusiaan

Tabligh Akbar ACT Solo bernuansa semangat keislaman dan kemanusiaan, Senin (17/12 - 2018). (Istimewa/ACT Indonesia)
18 Desember 2018 13:00 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Solo tak henti-hentinya menyampaikan pesan dakwah dalam masyarakat. Pada Senin (17/12/2018) ACT menggelar Tabligh Akbar dengan nuansa semangat keIslaman dan Kemanusiaan.

Tabligh Akbar ini dilakukan di tiga tempat yaitu di Masjid Baabussalam PLN Surakarta pada pukul 07.00 WIB, Masjid Nurul Huda UNS pada pukul 16.00 WIB, dan Masjid Baiturrahman Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, pada pukul 19.00 WIB. Pemateri yaitu Ustaz Ferli Romansyah yang merupakan pengasuh pondok pesantren Bani Syahid dan sosok alumni peserta Aksi (Akademi Sahur Indonesia) Indosiar 2015 ajang pencari bibit-bibit ustaz dan ustazah.
Penyelenggaraan Tabligh Akbar ini ACT Solo bersinergi dengan CSR PLN, Lazis UNS, dan Lazis Al-Abidin. Adapun tema dari Tabligh Akbar tersebut ialah Membumikan Al-Qur’an sebagai landasan dan Pedoman Kehidupan dari Langit.

Septi Endrasmoro selaku Kepala Cabang ACT Solo menuturkan Tabligh Akbar ini merupakan salah satu program ACT dalam bersyiar tentang keislaman. Meskipun dalam bingkai kajian Islam tetapi acara tersebut dibalut dengan memberikan wacana-wacana terkait isu kemanusiaan terkini.

“Seperti halnya isu penyelesaian program ACT yaitu pembanguan shelter, MCK, masjid dan sekolah di lokasi bencana gempa di Lombok dan Palu-Donggala maupun isu-isu solidaritas kemanusiaan dunia Islam yaitu Palestina, Yaman, dan Suriah. Kalau saat ini yang sedang menjadi pokok pembahasan tim ACT dan terus kami kaji yaitu kasus saudara muslim Uighur yang dipersekusi oleh pemerintah komunis China”, imbuhnya.

 Tabligh Akbar ACT Solo bernuansa semangat keislaman dan kemanusiaan (Istimewa-ACT Indonesia)

Ustaz Ferli Romansyah menjelaskan dinamika-dinamika yang terjadi dalam kehidupan ini merupakan kehendak Allah atas perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Keadaan bahagia atau keadaan mendapat bencana itu salah satu pengingat dan peringatkan agar kita selalu mendekat kepada sang pencipta alam semesta ini. Banyak cara untuk dekat dengan Allah salah satunya yaitu mendekat dengan manusia dengan cara membantunya ketika dalam keadaan susah.

Antusias yang cukup tinggi peserta pengajian di tiga tempat tersebut yaitu pegawai PLN, mahasiswa UNS, dan Masyarakat Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan yang mengadiri pengajian Tabligh Akbar ini. Di setiap akhir acara tersebut tim ACT Solo melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk disalurkan melalui program-program ACT untuk korban gempa dan solidaritas kemanusiaan dunia Islam.