Sapi Impor Rambah Jateng, Peternak Sragen Waswas

Panen anak sapi di Pasar Seni Gabusan, Bantul, DIY, Selasa (21/9 - 2010). (Harian Jogja/Desi Suryanto)
18 Desember 2018 13:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kalangan peternak sapi di Kabupaten Sragen waswas dengan masuknya sapi brahman cross atau BX impor dari Australia ke wilayah Jawa Tengah (Jateng). Para peternak khawatir masuknya sapi BX itu membuat harga sapi lokal anjlok.

Sekretaris Perkumpulan Peternak Sapi Sragen (PPSS), Bambang Sriwigani, mengatakan sapi BX sudah memasuki dua wilayah di Jateng yakni Semarang dan Banjarnegara. Menurutnya, harga sapi BX hidup jauh lebih murah dibandingkan harga sapi lokal.

“Harga timbang hidup sapi BX itu berkisar Rp34.000/kg. Kalau harga timbang hidup sapi lokal bisa Rp42.000 hingga 47.000/kg. Sapi BX dijual sekitar Rp12 juta/ekor. Sementara sapi lokal harganya bisa menyentuh Rp17 juta/ekor,” terang Bambang Sriwigani saat ditemui Solopos.com di Sragen, Senin (17/12/2018).

Bambang menjelaskan masuknya sapi BX ke wilayah Jateng menjadi perbincangan di kalangan peternak yang mengikuti kopi darat (kopdar) di Kalijambe Sragen pada Minggu (16/12/2018). Menurutnya, masuknya sapi BX tidak bisa dicegah karena pemerintah sendiri sudah membuat regulasi yang membolehkan sapi ini dikembangbiakkan di Indonesia.

Baru-baru ini, Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 6.000 sapi indukan impor jenis brahman cross atau BX ini ke seluruh Indonesia. Salah satu perusahaan sudah menjalin kemitraan dengan banyak kelompok petani untuk mengembangbiakkan sapi impor tersebut.

“Memasuki akhir tahun ini, harga timbang hidup sapi lokal mencapai Rp46.000/kg. Bukan tidak mungkin harganya akan anjlok setelah masuknya sapi BX itu. Kalau sudah seperti itu, peternak sapi lokal seperti kami ini yang dirugikan,” papar Bambang.

Guna mendongkrak semangat peternak sapi lokal, Bambang berharap Pemkab Sragen bisa menggelar kontes sapi secara rutin. Menurutnya, kontes sapi juga bisa menjadi ajang untuk mempromosikan sapi sasra khas Sragen kepada banyak orang.

“Kontes sapi tentu akan dihadiri kalangan peternak sapi. Pemkab Sragen harus tahu jumlah peternak sapi di wilayahnya itu sangat banyak. Mereka perlu mendapat dukungan dan perhatian dari pemerintah untuk mengembangbiakkan sapi ras lokal,” jelas Bambang.