Wisata Air Kali Baki, Potensi Terpendam Desa Menuran Kecamatan Baki Sukoharjo

Sejumlah pengunjung mengelilingi sungai dengan menaiki perahu di Kali Baki, Desa Menuran, Kecamatan Baki, Minggu (16/12 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
19 Desember 2018 08:10 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kawasan wisata air Kali Baki di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Sukoharjo, menjadi destinasi wisata baru dan populer di Sukoharjo selama setahun terakhir. Kawasan wisata air itu selalu dipadati pengunjung yang didominasi kalangan anak-anak pada sore hari. Mereka menghabiskan waktu dengan menaiki perahu rakitan, sepeda air atau hanya mengobrol bersama rekan-rekan sebaya.

Kawasan wisata air Kali Baki baru saja diresmikan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya pada Minggu (25/11/2018). Pinggir sungai disulap menjadi taman dan public space yang dilengkapi dua gasebo dan permainan anak-anak seperti ayunan dan perosotan.

Para orang dewasa bisa menikmati semilir angin sepo-sepoi di gasebo menjelang matahari terbenam. Suara gemericik air sungai kian menambah syahdu suasana di pinggir sungai. “Biasanya paling ramai sore hari menjelang matahari terbenam. Namun, pengunjung juga membeludak saat weekend baik siang hari atau sore hari,” kata Ketua Masyarakat Peduli Kali Baki (Masdulkabi), Triyono, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (16/12/2018).

Kali Baki awalnya kotor, tak terawat dan penuh sampah rumah tangga. Bahkan tak jarang, warga setempat kerap mencium bau tak sedap saat melewati pinggir sungai. Para pengguna jalan sering membuang sampah di sungai saat melewati jembatan pada malam hari.

Para pemancing ikan bersama warga setempat lantas membentuk komunitas  bernama Masdulkabi. Mereka mengampanyekan pelestarian lingkungan dengan membersihkan sampah yang menumpuk di sungai. “Banyak sampah rumah tangga dan bau yang menyengat hidung. Warga tak mau berlama-lama di sekitar kali lantaran bau busuk,” ujar dia.

Sebagai bentuk kampanye pelestarian lingkungan, anggota Madulkabi juga menabur ratusan kilogram benih ikan di sungai secara berkala. Mereka ingin merawat dan menjaga ekosistem sungai.

Kini, wisata air Kali Baki menjadi destinasi alternatif murah meriah bagi masyarakat. Para pengunjung tak hanya berasal dari wilayah Baki melainkan daerah Soloraya seperti Solo dan Klaten. “ tutur dia.

Sementara itu, seorang warga Desa Menuran, Kecamatan Baki, Rahmad Indriyanto, mengatakan wisata air Kali Baki menjadi ikon dan potensi desa yang bisa dikembangkan pada masa mendatang. Wisata air Kali Baki bakal memberikan kontribusi untuk pendapatas asli desa dan mendongkrak perekonomian desa. Masyarakat setempat bisa berjualan makanan dan minuman di pinggir sungai.