Diuji Coba, Selter Angkutan Umum Wonogiri Dilarang Untuk Ngetem

Suasana lalu lintas di depan Selter Wonogiri, Jl. Pemuda I, Wonogiri, Senin (17/12 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
19 Desember 2018 07:00 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Selter angkutan umum Wonogiri di Jl. Pemuda I dekat Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Agraria Wonogiri diuji coba, Senin (17/12/2018).

Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri menegaskan selter angkutan umum itu tidak boleh untuk mengetem. Selter hanya digunakan untuk menaikturunkan penumpang dengan durasi berhenti hanya 3-5 menit.

Dengan beroperasinya Selter Wonogiri, tidak ada lagi angkutan umum mengetem di dekat kantor BPN Wonogiri. Semua angkutan umum masuk ke dalam selter.

“Kami targetkan beroperasi bulan ini. Saat ini masih menyesuaikan jadwal Bupati soal pembukaannya,” kata Kepala Dishub Wonogiri, Ismiyanto, saat ditemui wartawan seusai uji coba selter di Jl. Pemuda I, Wonogiri, Senin pagi.

Dari hasil uji coba itu terlihat angkuta dan angkudes lebih leluasa bermanuver di selter. Mereka bisa berhenti di bawah atap selter. Sedangkan bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) hanya berhenti di ruang terbuka belakang papan nama selter.

“Di selter nanti akan diatur beberapa baris masing-masing jurusan Pracimantoro, Jatisrono, Baturetno, dan lainnya,” imbuh Ismiyanto.

Ia menjelaskan angkutan umum dilarang mengetem lama-lama di selter karena selter hanya dipakai untuk menaikturunkan penumpang, bukan menunggu penumpang. Angkutan diperbolehkan berhenti paling lama antara 3-5 menit.

“Begitu ada yang masuk, yang depan berangkat. Ada yang masuk lagi, depan berangkat lagi. Begitu seterusnya,” beber dia.

Untuk sementara angkutan yang masuk selter tidak dipungut retribusi. Pemungutan retribusi akan ditentukan dengan melihat hasil perkembangan yang ada.

Tak hanya itu, Dishub Wonogiri memperbolehkan PKL berjualan di bagian utara atau belakang selter. Namun, PKL dilarang mendirikan bangunan permanen. Seusai berjualan, semua dagangan dikemasi dan tempat harus dikembalikan ke posisi semula.

“Setelah berjualan, semua harus dibersihkan. Kami juga belum ada rencana memanfaatkan selter untuk pasar malam,” tutur Ismiyanto.