Flyover Manahan Solo Ditutup Lagi Hingga Peresmian Jumat Pagi

Water barrier di dekat Masjid Kota Barat terbuka sebagian dan dimanfaatkan pengguna jalan untuk menyeberang dan berputar balik, Kamis (20/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
20 Desember 2018 11:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jalur flyover atau jalan layang Manahan Solo ditutup lagi pada Kamis (20/12/2018) pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, flyover tersebut dibuka sejak Rabu (19/12/2018) pagi untuk keperluan uji coba.

Pantauan Solopos.com, Kamis pagi, deretan water barrier di Jl. dr. Moewardi yang dipasang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo untuk membantu kelancaran arus lalu lintas seiring tahap simulasi jalan layang Manahan terbuka sebagian.

Bagian yang terbuka tepatnya di Persimpangan Masjid Kota Barat. Terbukanya water barrier di lokasi itu dimanfaatkan pengendara sepeda motor dan mobil dari arah utara (jalan layang dan Jl. Yosodipuro) untuk berbelok dan berputar balik.

Kondisi itu membuat arus lalu lintas dari arah utara tersendat. Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, saat diwawancarai Solopos.com mengatakan water barrier di Simpang Masjid Kota Barat dibuka bukan oleh petugas Dishub.

“Yang jelas bukan kami yang buka itu [water barrier]. Petugas kami sudah meluncur ke lokasi untuk memantau langsung. Tapi karena pukul 10.00 WIB ini jalan layang ditutup sampai besok pagi, water barrier itu dibuka dulu tidak masalah,” ujar dia.

Tapi nantinya setelah jalan layang dibuka kembali pada Jumat, water barrier tersebut harus tersambung kembali (tidak terbuka sebagian). Pemasangan water barrier itu bertujuan mencegah terjadinya konflik di persimpangan tersebut.

Saat ini Dishub sedang menyiapkan rambu larangan U-turn yang akan dipasang di ujung flyover Jl. dr. Moewardi dan Jl. Adisucipto. “Soal miringnya water barrier di Jl. dr. Moewardi selatan, itu untuk menyesuaikan dengan center jalan itu,” kata dia.

Apalagi arus lalu lintas di Jl. dr. Moewardi paling padat dari arah utara (jalan layang). Selain itu, terjadi penyempitan Jl. dr. Moewardi di Simpang Masjid Kota Barat ke selatan. “Itu [water barrier] memang sedikit kami geser ke barat,” urai dia.

Rakayasa lalu lintas sebenarnya juga dilakukan Dishub Solo di jalan selatan Lapangan Kota Barat untuk mencegah terjadinya kepadatan arus di Simpang Masjid Kottabarat. Rekayasa dengn melarang mobil melintas dari arah timur.

Rambu sudah dipasang petugas di jalur itu sebagai petunjuk pengguna jalan. Tapi berdasarkan pantauan Solopos.com, Kamis, masih ada mobil yang melintas di jalan itu dari timur ke barat. “Biasa, aturan awal masih ada yang ngeyel,” tutur Ari.

Dia menerangkan dalam waktu dekat Dishub memfungsikan APILL di Simpang Empat depan Mapolresta Solo. Persimpangan tersebut sangat penting untuk membantu kelancaran arus lalu lintas di jalan layang Manahan.

“Kami segera nyalakan traffic light di depan Mapolresta Solo sebagai salah satu pengendali [filtering] arus kendaraan dari dari arah barat [Jl. Adisucipto] sebelum masuk jalan layang. Bila di atas macet, bisa ditahan sebentar di situ,” sambung dia.

Traffic light di depan Mapolresta Surakarta juga penting untuk mengatur arus kendaraan yang turun dari jalan layang dan ingin ke arah utara. Mereka seharusnya tidak boleh berbelok kanan atau berputar arah sebelum traffic light Mapolresta Solo.

“Arus dari jalan layang seharusnya berbeloknya di Persimpangan Mapolresta. Kan markah di Jl. Adisucipto lurus. Dari Persimpangan Mapolresta belok kanan ke Jl. K.S. Tubun sebelah timur Mapolresta lalu masuk ke Jl. Menteri Supeno,” terang dia.

Sedangkan mengenai titik merging atau pertemuan arus kendaraan di puncak jalan layang, menurut Ari tidak akan memicu kecelakaan selama pengguna jalan menaati ketentuan batas maksimal laju kendaraan 30 kilometer per jam.

“Insya Allah hari ini atau besok CCTV sudah berfungsi. Tapi sebenarnya panduan rambu dan markah sudah cukup jelas. Masyarakat tinggal perlu mempelajari dan membiasakan diri. Bila laju kendaraan pelan bisa lebih waspada,” kata dia.

Sebagaimana diinformasikan, jalan layang Manahan ditutup kembali pada Kamis pagi karena malam nanti akan ada acara syukuran dan doa bersama menandai dibukanya flyover tersebut.