Pakai Nama Sekda Sragen, Akun Facebook Ini Penipu

Ilustrasi penipuan (Solopos/Whisnu Paksa)
20 Desember 2018 11:40 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto dicatut orang tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Dalam aksinya, pelaku sengaja menggunakan akun Facebook dengan nama dan foto profile Tatag lalu mengirimkan pesan messenger kepada calon korban. Kebanyakan calon korban merupakan teman SMA Tatag Prabawanto.

Dalam pesan itu, akun yang mengatasnamakan Tatag itu meminta dikirimi uang senilai Rp3 juta. Akun abal-abal tersebut meminta uang senilai Rp3 juta itu ditransfer langsung ke rekening bank.

Meski ada teman yang bermaksud mengirimkan uang itu secara langsung, penipu itu tidak mau dengan alasan yang bersangkutan sedang berada di Ngawi.

status tatag

Status FB Tatag Prabawanto mengklarifikasi soal namanya yang dicatut untuk penipuan melalui Facebook. 

"Untunglah belum ada yang jadi korban. Mereka tidak percaya dengan pesan itu. Teman-teman saya langsung konfirmasi ke saya. Lalu saya unggah [screenshoot percakapan antara penipu dangan calon korban] ke FB saya yang asli [Tatag Tepebe]," jelas Tatag Prabawanto saat dihubungi Solopos.com, Kamis (20/12/2018) pagi.

Hingga Kamis pagi, sudah ada lima orang yang meminta konfirmasi kepada Tatag. Salah satunya merupakan Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto. Setelah meminta konfirmasi, mereka benar-benar yakin menjadi target penipuan akun FB yang mengatasnamakan Tatag Prabawanto.

"Semua dimintai dengan nominal sama Rp3 juta. Hla kalau cuma minta Rp3 juta kan wagu," kelakar Tatag.

Tatag menegaskan hanya memiliki dua akun FB yakni Tatag Tebepe dan Tatag Prabawanto. Di FB, Tatag mengetahui ada dua akun FB abal-abal yang mengatasnamakan dirinya lengkap dengan foto profile bergambar dirinya.

"Ini baru kali pertama, penipuan melalui FB messenger mengatasnamakan saya minta dikirimi uang. Saya mengimbau kepada rekan-rekan saya untuk tidak mudah percaya karena saya sendiri tidak pernah menggunakan FB messenger," papar Tatag.