Kotak Suara untuk Pemilu 2019 di Boyolali Kurang 400 Buah

Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin (kiri) bersama anggotanya Pardiman dan Maya Yudayanti mengamati kotak suara Pemilu 2019 di tempat penyimpanan logistik di lapangan tenis indoor di Jl. Perintis Kemerdekaan Boyolali, Rabu (19/12 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
20 Desember 2018 01:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—KPU Boyolali masih kekurangan sekitar 4.00 kotak suara untuk Pemilu 2019. Sementara itu, logistik Pemilu Boyolali yang disimpan dijaga polisi selama 24 jam sehari.

Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin, mengatakan semua kelengkapan pemungutan suara dari KPU pusat sudah didistribusikan ke Boyolali secara bertahap namun masih ada kekurangan.

“Sesuai UU No 7 Tahun 2017 Tengang Pemilu khususnya Pasal 341 terkait kelengkapan pemungutan suara itu ada kotak suara, bilik suara, surat suara, tinta, alat coblos, alat tulis kantor (ATK), dan lain lain, untuk Boyolali sudah datang semuanya. Tapi masih ada kekurangan kotak suara dan kami sudah berkomunikasi dengan KPU untuk melengkapinya,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di gudang penyimpanan logistik, Rabu (19/12/2018).

Menurutnya kotak suara yang sudah datang sebanyak 16.149 buah dan kekurangan sekitar 400 buah. “Kekurangannya sekitar 400 buah,” imbuh Ali didampingi anggotanya Pardiman dan Maya Yudayanti. Pihaknya berharap, kekurangan tersebut segera dipenuhi KPU sehingga pemilu yang akan dilaksanakan 17 April 2019 khususnya di Boyolali itu siap lebih dini. “Dalam waktu mendatang segera dipenuhi dan KPU Boyolali prinsipnya siap melaksananakan Pemilu karena logistik sudah datang semua,” kata Ali.

Sementara itu, kotak suara dan perlengkapan tersebut nantinya didistribusikan ke masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Boyolali. Ali menambahkan jumlah TPS di Boyolali sebanyak 3.189 buah. Sementara itu, logistik Pemilu di Boyolali semuanya disimpan di lapangan tenis indoor di Jl. Perintis Kemerdekaan.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi penyimpanan itu, semuanya masih dalam keadaan terbungkus rapi. Sedangkan kotak suara dari bahan kardus/duplex tersebut masih berupa lipatan-lipatan tertumpuk. Sementara itu, untuk menjaga keamanan semua logistik Pemilu tersebut, di lokasi ditempatkan personel polisi yang berjaga selama 24 jam secara bergantian.