Flyover Manahan Solo Resmi Dibuka, Wali Kota: Akan Ada Evaluasi Tiap Pekan!

Situasi lalu lintas di Jl. dr. Moewardi sesuai flyover Manahan dibuka, Jumat (21/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
21 Desember 2018 12:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengawali pembukaan jalan layang (flyover) Manahan, Banjarsari, Solo, Jumat (21/12/2018) pagi, dengan menjajal lintasan jalur itu menggunakan bus Batik Solo Trans (BST) bersama rombongan pejabat Pemkot Solo.

Orang nomor satu di Kota Bengawan itu bersama rombongan pejabat terlebih dulu bersepeda dari Loji Gandrung ke SD Kalam Kudus Manahan. Dari SD itu Wali Kota dan rombongan langsung naik empat bus yang telah disediakan Dishub Solo.

Dengan pengawalan beberapa petugas Dishub Solo, rombongan Wali Kota mulai menjajal jalan layang Manahan via Jl. Adisucipto pukul 06.52 WIB. Sesuai rambu, kendaraan rombongan Wali Kota mengarah ke Jl. dr. Moewardi Kota Barat.

Selanjutnya rombongan mengarah ke Jl. Slamet Riyadi, lewat Kalitan, dan kembali ke jalan layang. Rombongan berhenti di depan SD Kalam Kudus. Dengan selesainya Wali Kota menjajal jalan layang, jalur tersebut dibuka untuk umum.

Wali Kota sempat ikut mengarahkan pengguna jalan dari arah barat (Jl. Adisucipto) yang ingin melintasi jalan layang. “Masa uji coba tiga bulan. Tiap pekan akan kami lakukan evaluasi mendalam,” tutur Rudy, panggilan akrab Wali Kota.

Menurut dia, evaluasi rutin diperlukan untuk mengetahui kendala dan permasalahan yang muncul seiring dioperasikannya jalan layang Manahan. Dari situ, dia menjelaskan Pemkot bisa menentukan rekayasa lalu lintas yang diperlukan.

“Dengan evaluasi itu bisa ditentukan rekayasa lalu lintas yang tepat dan matang sehingga tak terjadi kemacetan. Nanti dilihat masalahnya di mana, lalu dicarikan solusi. Seperti potensi kemacetan di Simpang Empat Kota Barat,” imbuh dia.

Di persimpangan itu petugas Dishub sudah memasang rambu dilarang berbelok ke kanan bagi pengguna jalan dari arah barat. Pengguna jalan yang ingin ke Jl. Slamet Riyadi mesti belok kiri terlebih dulu lalu mengarah ke Purwosari.

Selain itu petugas juga telah memasang rambu larangan bagi kendaraan roda empat dari arah timur melintas di jalan sebelah selatan Lapangan Kota Barat. Namun mobil dari arah barat (Jl. dr. Moewardi) boleh melintasi jalan tersebut.

“Nanti kalau anak sekolah sudah masuk sekolah bisa dilihat sejauh mana potensi kemacetan arus lalu lintas di Kota Barat, dan apa yang harus dilakukan.Tiap pekan ada evalusi. Apalagi kamera CCTV sudah terpasang di jalan layang,” ujar dia.

Penuturan senada disampaikan Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, Jumat. Menurut dia, arus lalu lintas di sekitar jalan layang belum begitu padat lantaran masih masa libur sekolah. Bila pelajar sudah kembali masuk, arus lalin kian padat.

Mumpung belum begitu padat, menurut dia, justru masyarakat bisa mempelajari terlebih dulu rambu dan markah jalan layang Manahan. Dengan begitu saat masa libur sekolah berakhir, masyarakat sudah paham rambu dan markah.

“Masa ini jadi kesempatan masyarakat untuk mempelajari rute perjalanan di kawasan jalan layang. Setelah libur sekolah selesai, arus lalu lintas akan makin padat karena pengantaran anak sekolah di Kota Barat dan Manahan,” terang Ari.