Gelapkan Uang BBM Rp1,1 Miliar, Pria Jogja Ditahan Polisi Solo

Kanit Reskrim Polsek Banjarsari, Iptu Syarifudin (tengah), menanyai Iwan Budi Pangarso alias Iwan (kiri), tersangka penipuan dan penggelapan pembayaran jual beli solar nonsubsidi, Jumat (21/12/2018). (Solopos - Kurniawan)
21 Desember 2018 17:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jajaran Unit Reskrim Polsek Banjarsari, Solo, menahan Iwan Budi Pangarso alias Iwan, warga Salakan RT 003/RW 002 Kelurahan Selomartani, Kalasan, Sleman, DIY, atas dugaan penipuan dan penggelapan pembayaran jual beli BBM jenis solar nonsubsidi dengan nilai total kerugian mencapai Rp1,102 miliar.

Iwan ditahan sekitar dua pekan lalu saat memenuhi panggilan pemeriksaan di Mapolsek Banjarsari. Penjelasan itu disampaikan Kapolsek Banjarsari, AKP Demianus Palulungan, mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, dan didampingi Kanitreskrim Polsek Banjarsari, Iptu Syarifudin, kepada wartawan, Jumat (21/12/2018).

“Tersangka kami tahan atas kasus penipuan dan penggelapan pembayaran jual beli solar nonsubsidi sebanyak 136.000 liter dengan 17 lembar invoice [tanda terima pengiriman] senilai Rp1.102.400.000. BBM pesanan tersangka dari PT SHA dikirim ke PT Semarang Multicons dan PT Bumi Panen Makmur,” ujar dia.

Dari 17 purchase order yang dilakukan periode 1-23 Desember 2017 itu sudah dilakukan pembayaran oleh PT Semarang Multicons kepada tersangka. Seharusnya uang pembayaran tersebut diserahkan (dibayarkan) kepada PT SHA yang beralamat di Jl. Yosodipuro No. 21 RT 003/RW 003 Timuran, Banjarsari, Solo.

Ketika PT SHA menagih uang pembayaran itu tersangka malah memberikan beberapa lembar cek yang ternyata tidak bisa dicairkan (diduga cek kosong). Total ada tujuh lembar cek dari tersangka yang tidak bisa dicairkan.

Mendapati kondisi itu, pemilik PT SHA Solo, Aryo, memberi tahu tersangka dia akan melaporkan hal itu ke polisi. Lalu pada 27 Juli 2018 tersangka mendatangi kantor PT SHA untuk meminta waktu atau tempo pembayaran selama satu bulan.

Saat itu tersangka menyerahkan cek yang dikeluarkan Bank Jateng dengan nomor cek AF00246253 nomor rekening 1002008447 atas nama Iwan Budi Pangarso dengan nominal Rp1.200.000.000.

Penyerahan cek tersebut dimaksudkan Iwan untuk membayar kewajibannya Rp1,102 miliar kepada PT SHA. Namun saat coba dicairkan sesuai tanggal pencairan, 27 Agustus 2018, cek itu ditolak oleh Bank Jateng. Lantaran habis kesabaran, pemilik PT SHA Solo melapor ke Polsek Banjarsari.

“Tersangka kami panggil datang ke Polsek dan kami tahan,” imbuh Syarifudin.

Iwan Budi Pangarso dijerat Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana kurungan paling lama empat tahun. Saat ini polisi telah mengantongi sejumlah barang bukti dugaan tindak kejahatan yang dilakukan Iwan.

Di sisi lain, Iwan mengatakan kerja sama dirinya dengan PT SHA berjalan sejak 2016. Solar yang dia pesan dari PT SHA dipasok ke sejumlah pabrik.

Selama kerja sama dengan PT SHA, Iwan sudah mengirim BBM sebanyak 50 kali. Ihwal pembayaran kepada PT SHA, Iwan mengatakan ceknya tak kosong.

“Sebetulnya tidak kosong dalam artian saya kasih tempo karena saya di dunia ini ada bisnis lain sehingga mau tidak mau saya harus menanggungnya sendiri. Saya minta waktu tenggang karena kasus ini cuma tiga bulan, saya minta waktu diundur. Kita minta i’nah kepada Mas Aryo,” terang dia.