Sisi Timur Jl. dr. Moewardi Kota Barat Solo Tak Boleh Ada PKL dan Parkir

Situasi lalu lintas di Jl. dr. Moewardi sesuai flyover Manahan dibuka, Jumat (21/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
21 Desember 2018 20:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo mulai mensterilkan sisi timur Jl. dr. Moewardi dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan parkir tepi jalan (on street) seiring beroperasinya jalan layang (flyover) Manahan, Jumat (21/12/2018).

Aktivitas PKL dan parkir tersebut dialihkan di sisi barat Jl. dr. Moewardi. Sebagian pedagang lain dialihkan ke Jl. Yosodipuro tepatnya di depan Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Hari Prihatno mengatakan sterilisasi sisi timur Jl. dr. Moewardi dari aktivitas parkir dan PKL mulai diberlakukan pada Jumat. Hal ini sebagai solusi sementara sebelum Pemkot benar-benar mensterilkan Jl. dr. Moewardi dari seluruh aktivitas PKL dan parkir tahun depan.

Sesuai rencana Pemkot merelokasi seluruh PKL dan memusatkan parkir di sisi selatan lapangan Kota Barat. Proyek penataan kawasan sisi selatan Lapangan Kota Barat kini tengah dilelang.

“Hasil koordinasi tadi malam [Kamis 20/12/2018], PKL dan parkir di Jl. dr. Moewardi dilakukan penyesuaian. PKL dan parkir sisi timur dipindahkan ke barat,” kata Hari ketika berbincang dengan Solopos.com, Jumat (21/12/2018).

Beberapa hal menjadi pertimbangan Pemkot dalam merelokasi PKL dan parkir ke sisi barat Jl. dr. Moewardi. Salah satunya jumlah kendaraan yang melintas dari arah selatan ke utara dinilai lebih kecil daripada arus kendaraan dari arah sebaliknya.

Itu pun Pemkot menerapkan sistem parkir paralel (nol derajat) di sisi barat Jl. dr. Moewardi guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. “Mulai tahun depan di sana [Jl. dr. Moewardi] tidak ada lagi aktivitas parkir atau PKL. Semuanya akan direlokasi ke sisi selatan lapangan Kota Barat,” kata Hari.

Kepala Bidang (Kabid) PKL Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Didik Anggono mengatakan Pemkot menyiapkan anggaran Rp1,1 miliar untuk penataan sekaligus pembangunan kawasan kuliner di sisi selatan Lapangan Kota Barat. Penataan ini dikerjakan untuk menampung para PKL dan parkir Jl. dr. Moewardi.

“Sekarang kami siapkan proses lelang. Januari mungkin sudah mulai dikerjakan dengan waktu pengerjaan 60 hari kerja,” katanya.

Didik menargetkan relokasi PKL ke lahan sisi selatan Lapangan Kota Barat bisa mulai dilaksanakan pada awal Maret mendatang. Secara keseluruhan jumlah PKL yang akan direlokasi tercatat ada 40 orang. Konsep kawasan tersebut dibangun selain sebagai tempat kuliner juga kantong parkir.

“Pagi hari digunakan sebagai kantong parkir dan malam untuk kuliner serta parkir,” katanya.

Ihwal sterilisasi PKL sisi timur Jl. dr. Moewardi, Didik mengatakan enam PKL dipindahkan ke sisi barat jalan tersebut. Sedangkan belasan PKL lainnya dipindahkan ke trotoar Jl. Yosodipuro, tepatnya depan Kantor Dinkop dan UKM.