Tiket Umbul Manten Klaten Jadi Rp100.000, Pengunjung: Tak Masuk Akal!

Sejumlah pengunjung menikmati wisata air di Umbul Manten, Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Jumat (21/12 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
21 Desember 2018 19:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Wacana kenaikan harga tiket masuk objek wisata Umbul Manten, Sidowayah, Polanharjo, Klaten, dari Rp6.000 jadi Rp100.000 pada 2019 mendatang menuai kekecewaan pengunjung.

Pengunjung menilai kenaikan tersebut tidak masuk akal. Salah seorang pengunjung, Vincen, 22, warga Kratonan, Solo, yang ditemui Solopos.com tengah asyik berenang dan menikmati rekreasi di Umbul Manten, Jumat (21/12/2019), mengaku terusik dengan wacana kenaikan harga tiket tersebut.

Apalagi, Vincen mengaku memfavoritkan Umbul Manten saat butuh berlibur karena pemandangannya yang asri dan airnya jernih. Vincen mengaku kecewa setelah mendapat informasi di media sosial harga tiket masuk akan dinaikkan dari Rp6.000 jadi Rp100.000 per orang mulai 2019 mendatang.

Sebagai pencinta objek wisata air, Vincen tak menyangka pengelola mewacanakan kenaikan yang bombastis itu. Hal tersebut dinilainya tak masuk akal.

“Kalau benar masuk ke sini membayar Rp100.000, mending mencari objek wisata lainnya. Wacana menaikkan hingga Rp100.000 itu sangat membebani. Naik boleh, tapi yang wajar saja. Kalau rencana itu direalisasikan, pasti pengunjung di sini sepi,” kata Vincen yang hari itu datang bersama beberapa temannya.

Hal senada disampaikan pengunjung lain, Kevin, 23, warga Cemani, Sukoharjo. Menurut dia, rencana kenaikan tarif itu perlu dipertimbangkan lagi agar Umbul Manten tetap dikunjungi banyak orang.

“Kalau saya tak sepakat dengan kenaikan segitu. Fasilitas di sini kan hanya mengandalkan air dan pohon rindang. Tak ada fasilitas lain. Masak harus membayar Rp100.000,” katanya.

Salah satu pengelola tiket Umbul Manten, Heri Prasetyo, 29, mengaku belum mengetahui secara detail rencana kenaikan tarif dari Rp6.000 menjadi Rp100.000 per orang. Dalam beberapa hari terakhir, dirinya juga sering memperoleh pertanyaan dari pengunjung terkait kebenaran informasi tersebut.

“Saya yang di lapangan belum tahu pasti. Yang jelas, saat sekarang tiket masuk masih Rp6.000 per orang. Pengunjung di Umbul Manten ini sudah lumayan banyak setiap harinya. Agar suasana umbul tetap ramai, saya pribadi berharap kenaikannya tak sampai segitu. Bingung juga menjelaskan ke pengunjung kalau kenaikannya seperti itu,” katanya.

Selain dikunjungi pencinta objek wisata air, Umbul Manten juga sering dijadikan lokasi prewedding dan pencinta fotografi. Penggunaan Umbul Manten guna mendukung acara prewedding dan pencinta fotografi lengkap dengan modelnya biasanya ditarik retribusi Rp100.000.

“Kenaikan harga tiket masuk dari Rp6.000 menjadi Rp100.000 per orang itu kan masih wacana. Belum fix. Saat ini masih terus dikaji ulang. Yang jelas, pada 2019 memang akan ada kenaikan harga tiket masuk. Ada wacana hingga Rp100.000 per orang. Tapi itu masih dibahas lebih lanjut di internal,” kata Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sinergi di Sidowayah, Imron.

Hal senada dijelaskan Komisaris Utama BUM Desa Sinergi, Sidowayah, Hapsoro. Rencana kenaikan taiket masuk hingga Rp100.000 berangkat dari kekhawatiran direktur BUM Desa menyikapi dinamika di lapangan. Umbul Manten terkendala jalur keluar-masuk.

Para pengunjung yang ingin masuk ke kompleks umbul harus memarkir kendaraan di rumah penduduk atau di dekat kompleks Umbul Pelem, Desa Wunut, yang berjarak kurang lebih 200 meter dari Umbul Manten.

“Pengembangan umbul itu terkendala akses. Lahan yang dimiliki desa hanya di umbul. Lahan di sekitar umbul sudah milik perorangan dan tanah kas desa di Wunut. Akhirnya muncul pemikiran harus menaikkan tiket masuk guna mengantisipasi potensi pengurangan pegunjung di waktu mendatang. Jadi, kenaikan Rp100.000 itu masih wacana. Kami juga masih menunggu pendekatan dengan Desa Wunut [terkait upaya membuka akses/jalur keluar-masuk melalui tanah kas desa dan tanah warga di Wunut di selatan umbul],” katanya.

Umbul Manten merupakan salah satu penyumbang pendapatan asli Desa Sidowayah. Dalam setahun, pendapatan di Umbul Manten mencapai Rp350 juta.

Saat ini, BUM Desa Sinergi juga mengembangkan umbul baru yang dikenal Balumbang Siblarak. Lokasi umbul baru ini kurang lebih 500 meter dari arah Umbul Manten. Balumbang Siblarak berada di lahan kas desa. Luasnya 2,5 hektare.

“Umbul Manten dan Balumbang Siblarak ini dihubungkan jalan sepanjang 500 meter dengan lebar empat meter. Kondisi jalan ini masih jelek. Tahun 2019, kami akan memperbaikinya. Semoga jalan ini nanti bisa menjadi poros utama di bagian utara untuk masuk ke umbul. Ini sebagai solusi karena akses dari selatan sudah tertutup rumah warga,” katanya.