Rahasia Jumariyanto Regar Sport Indonesia: Rumus Matematika & Sedekah

Jumariyanto, bos Regar Sport Indonesia (Istimewa)
22 Desember 2018 09:00 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Regar Sport Indonesia, perusahaan konveksi jersey yang berlokasi di Wonogiri mendulang omset hingga miliaran rupiah setiap bulannya. Kesuksesan Regar Sport Indonesia tak lepas dari Jumariyanto sang pemiliknya. Jumariyanto Regar Sport Wonogiri membagi kisah suksesnya. 

Dalam sebuah persamaan matematika, bilangan pembagi di sebelah kiri akan menjadi faktor pengali saat menyeberangi jembatan bersimbol “sama dengan”. Artinya, semakin banyak bilangan pembagi di sisi kiri, semakin banyak pengali yang akan dihasilkan di sebelah kanan.

Pemilik usaha konfeksi Regar Sport Indonesia, Jumariyanto, 37, menerjemahkan persamaan itu dalam konsep manajemen sodaqoh atau sedekah. Prinsipnya, sebelum memulai bisnis, ia selalu menunaikan sedekah terlebih dahulu. “Sedekah pangkal kaya bukan hemat pangkal kaya,” ujar dia, di rumahnya, Kampung Kaloran, Giritirto, Wonogiri, akhir pekan lalu.

Realisasi manajemen sedekah adalah menetapkan nominal sedekah harian dari target yang ingin dicapai. Suami Susi Siswanti itu mencontohkan hari ini target manajemen adalah Rp5 miliar. Maka  sedekah yang harus ditunaikan adalah Rp5 juta per hari. Jika target naik jadi Rp6 miliar, sedekah naik menjadi Rp6 juta per hari.

“Saya percaya rumus matematika itu benar. Semakin banyak membagi, semakin banyak kita menerima. Ini saya terapkan di manajemen. Karyawan semua mengikutinya,” tutur dia.

Sedekah itu dialokasikan kepada 50 jenis kegiatan sebesar masing-masing Rp100.000 per hari tersebar di berbagai daerah. Alokasinya meliputi santunan anak yatim, fakir miskin, tahfidz masjid, difabel, kegiatan olahraga, beasiswa pendidikan hingga rehab Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Unsur religi pun tak luput dari perhatiannya.

Jumariyanto juga mengemas semangat berbagi itu dengan hashtag atau tanda pagar #temanitusuksesbareng. Hashtag itu diartikan sebagai sukseskanlah temanmu sebelum dirimu. Hashtag ini populer di kalangan anak muda. “Kalau mau sukses, sukseskan dulu temanmu. Kalau manajemen mau sukses, sukseskan dulu agen,” terang dia.

Menurut dia, banyak orang bisa menciptakan momentum, sebuah ledakan dahsyat soal bisnis. Namun, mereka lupa menyiapkan efek domino dari momentum yang dihasilkan. Efek domino itulah yang dirasakannya saat membangun Regar Sport. “Efek itu yang membangun bukan saya. Ya orang-orang yang terlibat dengan saya.”

Bidik Kalangan Muda

Aktivitas di Regar Sport Indonesia

Foto: Aktivitas di Regar Sport Indonesia di Wonogiri (Solopos-Cahyadi Kurniawan)

Regar Sport diawaki para anak muda Wonogiri lulusan SMP dan SMA/SMK. Ia tak butuh ijazah tinggi karena Regar Sport yang membangun spesialisasinya. Apalagi bisnis ini memiliki basis daring dan kekinian sehingga cocok diawaki anak-anak muda.

“Ada lima saka guru perusahaan; yakin, motivasi/mimpi, paham, inisiatif, dan strategi. Ketika eksplorasi, dalam rentang 10-20 tahun ke depan, bisnis ini masih diminati. Kenapa anak muda? Kami percaya yang terbaik adalah membangun dari bawah, naik secara bertahap seperti saya. Di sini, mereka bekerja tapi kenyataannya, mereka coaching. Sinau setiap hari,” beber Jumariyanto.

Atas usahanya, Jumariyanto diganjar penghargaan dari Mark Plus milik Hermawan Kertajaya untuk kategori Inovatif Marketing pada awal 2018 di Solo.