Banyak Anggota PSHT Sragen Nyaleg

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
23 Desember 2018 01:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Sragen yang beranggotakan puluhan ribu orang menjadi magnet bagi kalangan calon legislatif (caleg) untuk berebut dukungan politik dari organisasi pencak silat ini.

Kendati demikian, PSHT Sragen menegaskan bahwa organisasi ini bersikap independen sehingga tidak bisa dibawa ke ranah politik. “Dengan jumlah anggota yang sangat banyak wajar bila PSHT menjadi sorotan para caleg untuk mendulang suara. Di tataran akan rumput, silakan saja, tapi tidak boleh [melobi] melalui kepengurusan,” jelas salah satu pentolan PSHT Sragen Joko Waluyo saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela Kejuaraan Pencak Silat PSHT Cup II 2018 di GOR Diponegoro Sragen, Rabu (19/12/2018).

Joko mengakui ada sejumlah caleg yang sengaja mendatangi kegiatan PSHT Sragen. Mereka berharap para anggota PSHT ini bersedia menjadi loyalis dia. Meski demikian, PSHT tegas melarang caleg tersebut berkampanye di acara resmi yang digelar organisasi.

“Kalau ada yang nekat kampanye di acara kami ya pasti akan kami tegur. Biasanya sudah kami beritahu di awal supaya dia tidak berkampanye. Kalau kami kecolongan, kami akan tegur dia setelah memberi sambutan,” terang Joko.

Joko mengakui ada banyak kader PSHT yang menjadi caleg. Beberapa di antaranya kedapatan memasang foto mereka dengan mengenakan seragam atau astribut PSHT di sebuah baliho. Selama tidak memakai embel-embel logo partai di baliho tersebut, Joko tidak mempersoalkan mereka.

“Itu hak pribadi dia kalau mau memasang foto dengan atribus PSHT. Tapi kalau pakai logo partai sudah pasti akan kami tegur. Sementara ini belum ada caleg yang demikian. Kalau dulu pernah ada. Kalau organisasi ini dibawa ke ranah politik, itu sama halnya memecah belah anggota di tataran akar rumput,” papar Joko.

Menurut Joko, hampir semua partai politik terdapat kader atau anggota dari PSHT. Hal itu, kata Joko, tidak menjadi persoalan di tataran akar rumput. Meski begitu, mereka tetap dilarang membawa atribut PSHT dalam setiap kegiatan partai.

“PSHT itu jangan dibawa ke mana-mana. Tapi, PHST itu harus ada di mana-mana dalam rangka memberi manfaat kepada banyak orang,” jelas Joko.