Objek Wisata Karanganyar Bersiap Sambut Tahun Baru, Apa Saja Acaranya?

Pengunjung mengantre di samping Spoor Gula di objek wisata Agrowisata Sondokoro di Tasikmadu, Karanganyar. (Istimewa)
24 Desember 2018 11:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sejumlah objek wisata di Karanganyar bersiap menyambut pengunjung pada musim liburan Tahun Baru. Rata-rata objek wisata di Karanganyar tidak menyiapkan program khusus.

Mereka fokus pada peningkatan pelayanan selama momen liburan Natal dan Tahun Baru. Seperti dilakukan Agrowisata Sondokoro Tasikmadu. Mereka menyambut pengunjung dengan menyiapkan pertunjukan musik dan Reog pada Minggu (30/12/2018) dan Selasa (1/1/2019). Program itu rutin dilaksanakan.

"Live music top 40, tembang kenangan, dan Koes Plus mania. Itu untuk menghibur pengunjung saja. Kalau wahana relatif. Primadona adalah sepur uap dan tebu. Kami tambahi lokasi selfie di dekat wahana perahu," kata Pejabat Humas Agrowisata Sondokoro, Teguh Sinung Nugroho, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (23/12/2018).

Sinung, sapaan akrabnya, menyampaikan Agrowisata Sondokoro tidak menaikkan harga tiket masuk dan wahana. Harga tiket masuk Rp5.000. Dia beralasan tidak ingin aji mumpung saat liburan.

"Prioritas meningkatkan pelayanan, keamanan, dan kebersihan. Target kami 7.500 orang per hari selama liburan. Biasanya saat libur biasa 5.500 orang per hari," tutur dia.

Hal senada dilakukan Pengelola Agrowisata Jambu Puja di Ngargoyoso, Wajib. Agrowisata jambu menyuguhkan paket outbond, edukasi, petik sendiri, dan pembelajaran produk olahan jambu.

Harga paket Rp90.000 per orang. Hanya saja liburan akhir tahun ini tidak semulus tahun lalu.

"Ada pembangunan jalan menuju lokasi agrowisata sehingga bus tidak bisa masuk. Kami inisiatif menjemput calon pengunjung di terminal Kemuning. Biasanya 1.000 orang per hari pada Sabtu dan Minggu," tutur dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto, menyampaikan dinas terkait sudah berkoordinasi dan bersiap menyambut lonjakan pengunjung selama liburan akhir tahun.

Persiapan yang dilakukan seperti kebersihan, keamanan, rambu di kawasan wisata, pengamanan tempat rawan di sekitar objek wisata, antisipasi parkir membeludak, dan lain-lain.

"High season begini enggak usah pakai program pengunjung membeludak. Konsentrasi pelayanan," tutur dia.

Titis memprediksi lonjakan pengunjung terjadi di Tawangmangu dan Ngargoyoso. Dia membagi data pengunjung di sejumlah objek wisata pada Sabtu (22/12/2018), yakni Air Terjun Grojogan Sewu 2.434 orang, Candi Ceto 830 orang, Bukit Sekipan 650 orang, dan lain-lain.

Titis meminta pengunjung mewaspadai sejumlah lokasi rawan macet. "Soal parkir membeludak ke jalan harus disiapkan banyak petugas dan kerja sama dengan karang taruna. Lokasi rawan macet di pertigaan dekat Restoran Bali Ndeso, pertigaan Candi Sukuh, pertigaan dekat Tubing Senatah, utara Pasar Kemuning, dekat Lawu Park, dekat Cemoro Kandang, Plumbon di dekat Rumah Atsiri, dan dekat Ponpes Isy Karima atau Kampung Bahasa," tutur dia.

Titis juga menjelaskan sejumlah sukarelawan terlibat pada peningkatan pelayanan di sekitar objek wisata. Dia mencontohkan di sekitar Candi Ceto. Sejumlah sukarelawan dari karang taruna dan warga sekitar berjaga di dekat tikungan maupun tanjakan menuju Candi Ceto.

Mereka membawa ganjal dari kayu dan bersiap menggantikan sopir apabila belum mahir menaklukkan tanjakan sekaligus tikungan menuju Candi Ceto.

"Mereka membantu di beberapa titik rawan. Kami imbau pengunjung kalau baru latihan nyopir jangan naik dulu. Demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Jangan gunakan bus besar ke sejumlah lokasi seperti Ngargoyoso, Jumog, dan lain-lain. Itu demi mengurangi risiko kemacetan, kecelakaan, karena jalan sempit, tikungan, turunan, dan tanjakan tajam."