Kebakaran, 7 Kios Pasar Bunder Sragen Ludes

Kobaran api membakar kios rentang Pasar Bunder, sebelah utara Jl. Diponegoro Sragen, Selasa (25/12/2018). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
25 Desember 2018 19:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tujuh kios di Pasar Bunder, utara Jl. Diponegoro, Sragen, terbakar pada Selasa (25/12/2018) sore.

Pantauan Solopos.com di lokasi, api awalnya hanya membakar tiga kios jajanan atau snack milik Siti, warga Taman Asri, Karangmalang, Sragen. Namun, api kemudian merembet ke atap kios soto milik Sri di sebelah timur kios snack itu.

Tidak hanya itu, api juga merembet ke atap tiga kios di sebelah barat. Dua kios milik Nia Khusnul Khotimah yang menjajakan kasur busa. Beruntung dua kios milik Nia itu sudah dikosongkan karena yang bersangkutan tidak membuka toko setelah melahirkan.

Api juga menjalar ke sebagian atap Kantor Teras BRI namun belum sempat menghanguskan isinya. Sugiyanti, 45, seorang buruh gendong di Pasar Bunder, mengatakan api kali pertama diketahui sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat itu, Sugiyanti mendapat order mengangkut barang berupa jajanan snack menuju kios milik Siti. Sesampainya di seberang jalan dari kios Siti, Sugiyanti dikagetkan dengan munculnya kobaran api di kios tersebut.

“Saya panik dan tidak jadi menaruh barang. Barangnya lalu saya tinggal di bawah tangga dekat musala,” ujar Sugiyanti, warga Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, saat ditemui wartawan di lokasi.

Pedagang lain, Suparno, 60, mengatakan api sudah membubung tinggi namun belum disadari pemilik kios. Dia lantas memberi tahu Siti untuk segera meninggalkan kios.

“Api sudah setinggi pohon tapi pemilik kios belum sadar. Saya lalu teriak supaya pemilik kios segera menyelamatkan diri,” ucap Suparno.

Munculnya api membuat para pedagang di kios renteng di utara Pasar Bunder itu panik. Mereka segera mengeluarkan barang dagangan dari kios. Hingga pukul 17.00 WIB, api masih berkobar hebat.

Dalam sekejap, warga berkerumun di lokasi hingga membuat lalu lintas tersendat. Banyaknya warga yang berkerumun juga membuat mobil pemadam kebakaran sedikit kesulitan menjangkau lokasi.

Dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) yang tiba di lokasi sekitar pukul 17.10 WIB langsung memadamkan api. Hingga pukul 17.45 WIB, tim damkar masih berusaha melakukan pendinginan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tasripin mengatakan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. Dia belum memastikan penyebab terjadinya kebakaran.

“Kemungkinan karena korsleting. Kerugian materi belum tahu, yang jelas semua dagangan snack hangus terbakar,” paparnya saat ditemui di lokasi.