Berbagai Elemen Ikut Menjaga, Natal di Boyolali Lancar dan Damai

Suasana jalan dekat sebuah gereja di Ngemplak, Boyolali saat perayaan Natal, Selasa (25/12 - 2018). Perayaan Natal 2018 di Boyolali berlangsung aman dan damai. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
25 Desember 2018 21:55 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI- Terwujudnya perayaan Natal yang aman  gereja dan rumah ibadah di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, tak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat, termasuk warga lintas agama.

Pantauan wartawan Solopos.com, Nadia Lutfiana Mawarni di sejumlah tempat gereja di Ngemplak, seperti Gereja Kristen Jawa (GKJ) Welar, Kismoyoso, dan Gereja Baptis Indonesia (GBI) Banaran, Gagaksipat, Selasa (25/12/2018) prosesi kebaktian Natal berjalan lancar. Sejumlah gereja dijaga oleh personel lingkungan seperti satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan masyarakat sekitar selain petugas kepolisian sektor Ngemplak dan Koramil Ngemplak. Arus lalu-lintas di lingkungan gereja ramai lancar. Parkir kendaraan bermotor membeludak hingga pelataran rumah warga dan tepi-tepi jalan.

Di GKJ Welar, ormas Pemuda Pancasila (PP) Ranting Kismoyoso bersama polisi dan tentara ikut mengamankan jalannya kebaktian. "Kami hanya mendukung dan menggerakkan pemuda setempat," ujar ketua PP Kismoyoso, Asadullah.

Sementara itu, Kapolsek Ngemplak, AKP Subiyati mengikuti jalannya ibadah Natal di GKJ Welar, Ditemui seusai acara, Kapolsek menjelaskan tahun ini Polsek Ngemplak menyiagakan 20 personel untuk pengamanan Natal. Personel tersebut bertugas di enam gereja dan dua rumah ibadah wilayah Ngemplak. "Tiap personel melakukan pengamanan pada rangkaian acara Natal di tiap-tiap gereja," ujar Subiyati.

Secara keseluruhan, jajaran Polres Boyolali menyiagakan 400 personelnya untuk pengamanan pada perayaan Hari Natal dan tahun baru (Nataru) 2018/2019. Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro dalam apel gelar Operasi Lilin Candi 2018 di halaman Mapolres, Jumat (21/12/2018), mengatakan pihaknya akan menempatkan personel di sejumlah lokasi rawan dan pusat-pusat kegiatan masyarakat, termasuk di pintu-pintu exit toll.

Selain menyiagakan personel, Polres juga sudah mendirikan beberapa pos pengamanan (pospam), seperti di Ampel, Kota Boyolali, dan Banyudono.Bahkan, untuk mengantisipasi tindak kriminal, ditempatkan penembak jitu di sejumlah lokasi.

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Boyolali perwakilan agama Kristen, Pdt. Zakius N., saat dihubungi Solopos, Selasa menuturkan dirinya belum mendapatkan laporan tentang adanya tindak kejahatan maupun kriminalitas di ratusan gereja di Boyolali. "Semua gereja yang terdata berjumlah ratusan baik di desa maupun kota melakukan rangkaian proses ibadah dengan damai," kata dia tanpa memerinci jumlah gereja.

Kondusi aman itu, lanjut Zakius, didukung dengan adanya tradisi saling berkunjung antarumat beragama anggota FKUB. Walau begitu, Zakius tetap berpesan agar kondusifitas tetap dijaga dan ditingkatkan. "Apalagi yang datang dari kelompok-kelompok internal, tetap harus diwaspadai," ungkap dia.

Sementara itu, Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol (Kav) Herman Taryaman, menyebutkan perayaan Natal berjalan dengan kondusif. Tiga orang anggota kodim diperbantukan dalam setiap pos pengamanan bekerja sama dengan Polres Boyolali. Kodim juga menyiagakan tiga personel pengaman untuk masing-masing gereja. "Alhamdulillah hingga pukul 16.00 WIB pelaksanaan Natal di wilayah Boyolali aman dan kondusif," tulis Dandim dalam pesan singkat.