Baru Dibuka, Beton Andesit Koridor Jensud Solo Sudah Gempil

Kondisi beton Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Rabu (26/12/2018). (Solopos - Nicolous Irawan)
26 Desember 2018 15:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) Solo baru dua hari dibuka untuk umum pascarenovasi. Namun beton di antara batu andesit di area itu sudah pecah dan gempil.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu (26/12/2018), beberapa batu andesit retak sehingga membuat permukaannya tidak rata. Padahal, proyek tersebut dikerjakan September lalu dan baru kelar Desember.

Hal tak jauh berbeda juga terjadi pada bebatuan fasad yang melingkari Air Mancur Gladag. Batu-batu alam di kawasan tersebut sebagian pecah dan meninggalkan lubang. Sementara pecahannya menyebar sehingga membahayakan pengguna jalan.

Salah seorang pengemudi becak yang melintas di Jl. Jenderal Sudirman, Sipon, 72, menilai penggantian fasad dari aspal menjadi bebatuan tidak efektif. Umur bebatuan, kata dia, paling lama dua tahun sehingga membutuhkan biaya pemeliharaan berkala.

Selain itu, bebatuan kurang keras menahan beban kendaraan yang setiap hari melintas. Akibatnya, jalanan jadi tidak rata. Sebagian cembung dan cekung.

“Paling nanti anggaran lagi, anggaran lagi. Ganti pemimpin ganti kebijakan. Saya kurang setuju aspal diganti batu. Lihat saja pengendara sepeda motor itu tampak bergetar badannya karena jalannya jadi tidak rata,” kata dia, ditemui di sekitar Tugu Pemandengan, Rabu.

Sipon juga menilai bebatuan andesit tak berhasil membuat pengendara mengurangi laju kendaraannya. Mereka masih tancap gas, meski melewati area tersebut. “Tidak terbukti membuat pengendara pelan. Sama saja,” ujarnya.

Warga Pasar Kliwon, Aditya Sasanu, 37, menduga pecahnya beton andesit di area seputar Tugu Pemandengan dikarenakan beton yang belum cukup umur. Masa proyek yang singkat menyebabkan pengerjaan dilakukan terburu-buru sehingga hasilnya kurang maksimal.

“Betonnya belum tua sudah ditimpa andesit. Tidak lama kemudian dibuka untuk umum. Entah ini masih uji coba atau memang sudah dibuka resmi, tapi saya melihat pengerjaannya kurang rapi,” kata Aditya.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo, Taufan Basuki Supardi, mengakui umur beton belum cukup saat pelapisan batu andesit dilakukan. Hal tersebut dilakukan lantaran mengejar kuantitas untuk dibuka menjelang momen Natal.

Kontraktor sudah menduga kerusakan bakal terjadi setelah ruas jalan itu dibuka. “Sudah terprediksi. Masih masa pemeliharaan enam bulan. Nanti setelah 1 Januari, jalan tersebut kembali ditutup untuk perbaikan,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Sementara untuk bebatuan yang melingkari Air Mancur Gladag, Taufan menyebut kawasan itu di luar kewenangannya. Kerusakan bukan menjadi tanggung jawab Bidang Cipta Karya.