Bau Limbah Babi Kali Plered Bikin Warga Ngipang Solo Mual

Kondisi Kali Plered di Ngipang, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Selasa (25/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
26 Desember 2018 16:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Warga Kampung Ngipang, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, merasa geram dengan bau busuk menyengat dari Dam Kali Plered di wilayah mereka. Bau tak sedap itu diduga dari limbah ternak babi.

Warga sempat akan membongkar dam kecil di kali itu agar endapan yang selama ini tertahan bisa mengalir ke hilir sungai. Namun upaya tersebut berhasil diredam Lurah Kadipiro, Sugeng Budi Prasetyo, sekitar dua pekan lalu.

“Saking emosinya warga sempat akan menggempur bendung kecilnya. Tapi ditahan Pak Lurah,” tutur Ketua RT 008/RW 028 Ngipang, Kadipiro, Mugiman, saat diwawancarai Solopos.com, Selasa (25/12/2018).

Mugiman menjelaskan bendung kecil yang akan dibongkar warga terletak di pinggir kali dekat Jl. Samudra Pasai Ngipang. Warga ingin membongkar bendung kecil itu agar endapan yang tertahan bendung bisa mengalir lancar.

Dengan demikian, lanjut dia, endapan kali yang diduga berasal dari limbah ternak babi tak menimbulkan bau tidak sedap. Namun upaya warga digagalkan Lurah dengan mempertimbangkan manfaat bendung itu untuk pertanian.

“Pak Lurah berencana minta konfirmasi kepada pengampu wilayah sampai sekarang belum ada kabar lagi. Tapi sebenarnya yang akan dibongkar warga bendung kecilnya saja yang merupakan cor-coran tambahan,” sambung dia.

Mugiman mengatakan hingga saat ini belum ada solusi terkait permasalahan yang dirasakan masyarakat Ngipang. Kendala utama yakni sumber limbah ternak babi tidak berada di wilayah Kota Bengawan.

Berdasarkan penelusuran salah seorang warga Ngipang, kandang babi berada di beberapa lokasi sepanjang daerah aliran sungai (DAS). Selama bertahun-tahun diduga limbah ternak babi dibuang pemiliknya ke sungai tersebut.

“Masalah limbah berbau ini dirasakan warga sudah lama. Lima tahunan ada. Upaya warga untuk menyelesaikan masalah itu pun pernah dilakukan sejak saya belum jadi Ketua RT. Tapi mentok karena beda wilayah,” kata dia.

Penuturan senada disampaikan Akhmad Saifudin, warga RT 008/RW 028 Ngipang, Kadipiro, saat diwawancarai Solopos.com, Selasa. Rumah dia hanya berjarak sekitar lima meter dari bibir Kali Plered dan dam (bendung) Kali Plered.

Setiap hari dia merasakan bau menyengat tidak sedap yang bersumber dari lokasi bendung. “Kalau di dalam rumah baunya mulek bikin mau muntah. Apalagi saat debit air kali bertambah tapi tidak lancar mengalir,” tutur dia.

Akhmad mengaku pernah menelusuri penyebab sumber bau sepanjang Kali Plered. Saat itu dia mendapat sedikitnya 11 tempat kandang babi tak jauh dari bibir kali. Dia menduga limbah babi lah penyebab bau tak sedap itu.