Sidak ke Flyover Manahan, Komisi II DPRD Solo Kecewa

Sejumlah legislator Komisi II DPRD Solo melihat proses dan hasil pekerjaan pembuatan mozaik air bergelombang di dinding flyover Manahan, Rabu (26/12/2018) siang. (Istimewa - DPRD Solo)
26 Desember 2018 18:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rombongan legislator Komisi II DPRD Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembuatan mozaik dinding, pembuatan mural, dan pemasangan lampu penerangan jalan layang (flyover) Manahan, Rabu (26/12/2018) pukul 11.30 WIB.

Dalam kesempatan itu para wakil rakyat mengungkapkan kekecewaan atas progres maupun hasil pekerjaan oleh pihak ketiga. Proyek bernilai sekitar Rp2,5 miliar yang bersumber APBD Solo 2018 tersebut diprediksi tak rampung sesuai target.

Penjelasan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Soekasno, saat dihubungi Solopos.com melalui telapon, Rabu. Politikus PDIP itu mengaku kecewa dan khawatir melihat proses pengerjaan proyek yang mestinya rampung akhir 2018 itu.

“Pekerjaan pemasangan lampu penerangan jalan layang sudah selesai. Tapi dua pekerjaan lain yaitu pembuatan mural dinding flyover dan pemasangan mozaik dari keramik yang membentuk motif air bergelombang belum selesai,” tutur Soekasno.

Dia menaksir progres pemasangan mozaik dinding jalan layang baru mencapai 75 persen. Padahal berdasarkan kontrak awal kerja pekerjaan itu harusnya selesai pada Senin (24/12/2018). Akhirnya waktu pekerjaan diperpanjang hingga Kamis (27/12/2018).

Namun melihat progres hingga Rabu kemarin Soekasno pesimistis kontraktor dapat menyelesaikan sisa pekerjaan tepat waktu. “Kalau saya lihat progres pekerjaannya tadi [Rabu] kok rasanya sulit untuk bisa selesai besok [Kamis],” imbuh dia.

Soekasno juga menyoroti kualitas pekerjaan pembuatan mozaik air bergelombang yang menurut dia kurang bagus. Dia menilai pelaksana pekerjaan kurang cermat dalam memasang keramik-keramik mozaik sehingga tidak enak dipandang mata.

“Seharusnya kan ujung guratan motif bertemu ujung sambungannya sehingga motifnya bisa terlihat bagus. Motifnya tidak nyambung yang sisi timur. Spasi [jarak] antarkeramik ada yang terlalu lebar sampai dua sentimeter,” keluh Soekasno.

Dia juga menyoroti pembuatan mural dinding jalan layang yang dia taksir bar mencapai 85 persen. Padahal batas akhir waktu pengerjaannya padan Kamis. Dia memprediksi pembuatan mural dan pemasangan mozaik tidak akan rampung.

“Setelah perpanjangan waktu pengerjaan kemarin dan dikenai denda, bila masih belum selesai langsung putus kontrak. Lah nanti tinggal dihitung berapa pekerjaan yang berhasil diselesaikan, ada rumusnya untuk menentukan itu,” terang dia.

Soekasno berpesan kepada pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP) Kota Solo agar berhati-hati menyikapi temuan tersebut. Jangan sampai Pemkot dan masyarakat Solo dirugikan dengan kurangnya kualitas pekerjaan proyek.