Kebakaran Kios di Pasar Bunder Sragen Bikin Rugi Rp600 Juta, Ini Penyebabnya

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Sragen memeriksa lokasi kios milik Siti Suparmi, 52, yang terbakar di Jl. Diponegoro No. 22 Pasar Bunder, Sragen, Rabu (26/12/2018). (Solopos - Tri Rahayu)
26 Desember 2018 13:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com SRAGEN -- Kebakaran yang meludeskan tujuh kios Pasar Bunder Sragen pinggir rel kereta api (KA) Sragen, Selasa (25/12/2018), menimbulkan kerugian material kurang lebih Rp600 juta.

Sedangkan penyebab kebakaran diduga karena korsleting. Tim identifikasi Polres Sragen memeriksa tiga kios milik Siti Suparmi, 52, warga Kampung Taman Asri RT 032, Kelurahan Kroyo, Karangmalang, Sragen, Rabu (26/12/2018).

Dari kios makanan ringan atau snack itu lah awal mula munculnya api. Saat pemeriksaan, asap masih mengepul di antara tumpukan sampah yang terbakar di lokasi kios. Tim mengambil sejumlah sampel barang di lokasi kejadian untuk barang bukti.

Hingga Rabu siang jaringan listrik masih padam. Pelayanan Kantor Kas Bank Jateng di sebelah timur kios yang terbakar tetap buka dengan pelayanan mobile. Sementara di kios Teras BRI tutup dan terdapat informasi pelayanan dipindah ke Kantor BRI di Salak, Sragen.

Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat dihubungi Solopos.com, Rabu, menyampaikan Tim Identifikasi Polres Sragen sudah melakukan pemeriksaan forensik di lokasi kejadian kebakaran.

Dia menerangkan tim tersebut mengambil sampel kabel yang diduga menjadi sumber korsleting di kamar mandi belakang kios milik Siti Suparni.

“Sebenarnya ada tiga kios snack milik Bu Siti, dua kios soto kare, dan satu kios sebelah barat Bu Siti. Kalau yang kios Teras BRI itu kan siap dievakuasi. Penyebab pastinya belum diketahui karena harus uji laboratorium tetapi dugaannya korsleting. Untuk kerugian material hanya kios milik Bu Siti dengan kisaran Rp600 juta. Kalau total ada yang menyebut Rp1,5 miliar, saya tidak berani menaksir segitu. Dampak lainnya akibat kebakaran belum dihitung,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, jumlah korban kebakaran terdiri atas satu kios soto milik Sri, 65, warga Kroyo, Karangmalang, Sragen; tiga kios milik Sri Suparmi, warga Taman Asri, Kroyo, Karangmalang, Sragen; satu kios Teras BRI, dan dua kios buah milik Agus Wiyanto, 38, warga Taraman, Sidoharjo.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono menyampaikan pemadaman api dilakukan tim Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dibantu Tim BPBD dan sejumlah sukarelawan dari TNI, Polri, PSC 119, PMI, Tagana, Poldes, SAR Himalawu, Rapi, PLN, Lurah Sragen Tengah, Puskesmas Sragen, dan warga sekitar.

“Kejadian pukul 16.40 WIB dan pemadaman sampai pendinginan dilakukan hingga pukul 20.00 WIB. Untuk kerugian bisa sampai Rp1,5 miliar tetapi selebihnya konfirmasi ke Polsek,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto sempat meninjau lokasi kebakaran di Pasar Bunder. Dia menyatakan kerugian material tidak ada Rp1,5 miliar tetapi hanya Rp600 juta.

“Tidak ada ganti rugi dari Pemkab Sragen. Kerugian itu hanya dari tiga kios milik pedagang snack itu,” katanya.

Kabid Penataan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tommy Isharyanto, menyampaikan berdasarkan laporan dari teman-teman di lapangan ada empat kios yang terbakar dan tiga kios yang terdampak. Dia mengatakan kerugian paling banyak pada kios milik Bu Siti.

“Kalau estimasi kami hingga Selasa [25/12/2018] pukul 19.00 WIB sudah sampai Rp700 juta. Kios-kios itu yang jelas belum ada asuransi. Sementara dari Disperindag tidak ada anggaran untuk santunan ke korban,” ujarnya.