Pembuatan Mozaik Air Bergelombang di Flyover Manahan Solo Lampaui Deadline

Sejumlah legislator Komisi II DPRD Solo melihat proses dan hasil pekerjaan pembuatan mozaik air bergelombang di dinding flyover Manahan, Rabu (26/12/2018) siang. (Istimewa - DPRD Solo)
28 Desember 2018 21:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proyek pembuatan mozaik air bergelombang di dinding jalan layang (flyover) Manahan, Banjarsari, Solo, belum rampung hingga Jumat (28/12/2018).

Padahal pembuatan mozaik yang menjadi satu paket proyek pemasangan lampu dan pembuatan mural di-deadline selesai pada Kamis (27/12/2018) lalu. Pantauan Solopos.com, Jumat siang, sejumlah pekerja masih memasang keramik-keramik untuk membuat mozaik.

Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, saat dimintai tanggapan ihwal keterlambatan penyelesaian pembuatan mozaik jalan layang Manahan mengaku kecewa. Menurut dia, mestinya kontraktor mengejar pembuatan mozaik sejak awal.

“Hal ini tentu saja harus jadi catatan pemerintah. Apalagi bila keterlambatannya cukup lama. Ibarat nilai rapor anak, ada yang nilainya merah. Pemkot harus mengambil sikap terhadap kondisi ini,” tutur politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sedangkan untuk pembuatan mural di dinding dan terowongan pada Jumat sudah selesai 100 persen. Pembuatan mural dilakukan di dinding jalan layang sebelah utara rel kereta. Dinding yang dibuat mural di sisi utara, timur, dan barat.

Penanggung jawab pembuatan mural, Irul Hidayat, kepada Solopos.com, mengatakan sebenarnya kontrak awal pembuatan mural sudah rampung saat digelar uji coba dan tasyakuran. Saat itu pekerjaan mural hanya di dinding-dinding jalan layang.

Nilai proyek awal tersebut sekitar Rp160 juta. Tapi saat itu, menurut Irul, Dinas PUPR Solo meminta dirinya menambah pekerjaan pengecatan terowongan utara dan selatan. Dengan tambahan pekerjaan itu nilai proyek menjadi sekitar Rp190 juta.

“Dengan tambahan pekerjaan itu batas akhir waktu pengerjaannya pun akhirnya bergeser menjadi 27 Desember 2018. Jadi saat DPRD Solo melakukan sidak memang belum selesai. Tapi itu karena ada tambahan pekerjaan terowongan,” ujar dia.

Namun Irul menyatakan tambahan pekerjaan yang diberikan sebenarnya tidak begitu menyita tenaga dan waktu. Buktinya, dia menerangkan timnya berhasil menuntaskan pengecatan terowongan sesuai batas waktu yang ditentukan.

Irul mengaku perlu menggarisbawahi bahwa nilai anggaran untuk pembuatan mural jalan layang Manahan hanya sebagian kecil dari total anggaran proyek. “Anggaran kami paling hanya enam persen dari nilai total anggaran,” kata dia.

Pembuatan mural pun menurut Irul lantaran anggaran yang disediakan Pemkot Solo tidak cukup untuk pembuatan mozaik secara keseluruhan. “Sekarang bisa dicek bagaimana hasilnya. Kami pastikan mural sudah selesai,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, Komisi II DPRD Solo menggelar sidak penyelesaian proyek bernilai sekitar Rp2,5 miliar itu Rabu (26/12/2018). Saat itu legislator menyangsikan pembuatan mozaik di dinding selatan jalan layang bisa selesai tepat waktu.