Ibu dan Anak Ini Jajal Bus Sragen-Bandara Demi Lihat Pesawat

Perum Damri Solo memasang baliho kecil di depan pintu masuk Pasar Joko Tingkir untuk sosialisasi bus trayek Sragen-Bandara Adi Sumarmo Solo, Jumat (28/12/2018). (Solopos - Tri Rahayu)
28 Desember 2018 20:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Aktivitas di Pasar Joko Tingkir, Nglangon, Sragen, pada Jumat (28/12/2018) itu, ramai. Halaman pasar sepeda dan burung itu dijejali puluhan truk dan motor yang diparkir.

Warung-warung makanan sederhana juga ramai pengunjung yang sekadar nongkrong sambil minum teh atau kopi. Pasar itu ramai karena hari itu Pahing yang merupakan hari pasaran untuk Pasar Hewan Nglangon di seberang jalan ring road utara.

Ada pemandangan berbeda pada hari Jumat Pahing itu. Satu unit bus milik Perum Damri Solo tampak ngetem di belakang pintu masuk sisi barat Pasar Joko Tingkir. Bus berwarna kombinasi biru dan putih itu terparkir menghadap ke barat di depan loket pembayaran.

Pada kaca depan bus terdapat kertas bertuliskan Uji Coba Trayek Pemadu Moda Bandara Adi Soemarmo-Sragen PP. Ya, hari itu memang hari pertama Perum Damri Solo menguji coba bus trayek khusus Sragen-Bandara.

Beberapa petugas Perum Damri tampak berkoordinasi untuk sosialisasi uji coba trayek anyar itu. General Manager Perum Damri Solo Sentot Bagus Santoso terjun sendiri mengawasi pelaksanaan uji coba.

Beberapa pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen juga turun langsung untuk berkoordinasi supaya uji coba bus bandara berjalan maksimal. Di sela-sela koordinasi mereka ada seorang ibu separuh baya mendekat.

Sutiana, 55, datang menggandeng anak laki-lakinya yang baru berumur delapan tahun, Pulung. “Pak, Bus Damri niku jurusan teng pundi? [Bus Damri itu jurusan ke mana?]” tanya Sutiana, penasaran.

“Ke Bandara Solo, Bu. Kalau mau naik boleh, silakan!” ujar Gito, 54, sopir bus Damri asal Sumber Krajan RT 004/RW 001, Banjarsari, Solo.

“Sekarang masih tarif promo, Bu. Rp25.000 per orang,” tambah Gito.

Sutiana tampak senang dengan kabar itu. Ia berniat belanja pakaian ke Pasar Klewer. Sebelum belanja pakaian, Suti ingin mengajak anaknya melihat pesawat terbang di Bandara Adi Sumarmo Solo.

Perempuan yang bekerja sebagai pedagang di Pasar Joko Tingkir itu langsung menyerahkan selembar uang Rp50.000 kepada petugas untuk tiket dua orang naik bus bandara.

Suti dan anaknya menjadi penumpang perdana pada uji coba bus bandara kali itu. Mereka langsung menaiki bus dan menikmati dinginnya pendingin udara di dalam bus. Posisi tempat duduknya 2-1 cukup untuk 17 penumpang.

“Dengan adanya bus Damri ini menguntungkan. Saya tidak perlu naik turun bus dan pindah-pindah bus. Biasanya saya ke Solo naik angkutan turun Terminal Pilangsari baru naik bus turun terminal Solo dan masih cari lagi angkutan ke Pasar Klewer. Walaupun tarifnya sedikit mahal tetapi saya kira lebih cepat,” kata Suti saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat siang.

Bus itu datang ke Pasar Joko Tingkir pada pukul 07.00 WIB dan baru mendapat penumpang perdana pada pukul 09.00 WIB. Seorang pengemudi mobil berpelat B sempat berhenti di depan pintu dan menanyakan pelayanan bus itu.

Warga Gendol RT 008, Wonokerto, Kedawung, Sragen, Mardiyono, 47, pun penasaran dengan bus bandara itu saat lewat di Pasar Nglangon. Ia berhenti dan bertanya kepada petugas Perum Damri.

“Iya, saya rencana mau kembali ke perantauan di Jambi pada Selasa [1/1/2019] besok. Saya beruntung bisa dapat informasi ada bus yang langsung dari Sragen ke bandara. Kayaknya kalau Selasa besok masih dapat tiket promo,” ujarnya senang.

GM Perum Damri Solo, Sentot Bagus Santoso, mengaku meskipun animo penumpang belum banyak tetapi banyak warga yang penasaran dan bertanya-tanya tentang bus bandara itu. Ia menyadari itu baru uji coba kali pertama dan hari pertama sehingga sosialisasi belum masif dilakukan.

Ia memberi tarif promo Rp25.000 per orang sampai batas waktu tertentu sesuai animo masyarakat. Tarif normalnya Rp40.000 per orang.

“Nanti ada fasilitas televisi juga di dalam bus. Jadi berapa pun penumpangnya tetap diberangkatkan meskipun hanya satu orang. Jalurnya lewat jalan Kota Sragen dan masuk ke jalan tol Sragen-Solo dan langsung bandara. Dengan tarif Rp25.000 per orang itu sebenarnya habis untuk tarif tol kalau hanya satu orang penumpang. Karena promo tidak masalah,” ujarnya.