Asa di Wajah Baru Kali Pepe Solo

Kali Pepe Solo (Solopos/Nicolaus Irawan)
29 Desember 2018 20:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Irama lagu campursari terdengar dari perahu kecil yang bersandar di Dermaga Kali Pepe, tepatnya di Kawasan Loji Wetan, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (27/12/2018) sore. Sugiman, pemilik kapal itu tampak bertopang pada salah satu kayu. Di tangannya, sebatang rokok masih menyala. Ia menunggu penumpang yang menyapa.

Sudah tiga tahun, pria 61 tahun itu menjadi nakhoda perahu wisata Kali Pepe. Selama tahunan itu pula ia menyaksikan wajah sungai yang membelah Kota Bengawan berubah. Dari yang semula liang sampah dan kotoran telah bersolek menjadi destinasi wisata.

“Saat saya mendengar Kali Pepe mau dikembangkan jadi wisata air, saya sudah tertarik. Awalnya sewa kapal dari Waduk Cengklik [Boyolali], lalu memutuskan bikin sendiri. Selain mahal, biaya membuat kapal lebih murah dan menjadi milik sendiri,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis.

Warga Kampung Limolasan, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres itu mengaku hanya butuh modal Rp2 juta. Perahu bikinannya menggunakan kerangka bekas lemari es dan batang kayu jati. Ujicoba berkali dengan banyak penumpang terbukti aman. Iapun lantas menggunakannya untuk perahu wisata.

Selama melakoni pekerjaannya itu, Sugiman tak sekadar menjadi nakhoda. Ia kerap menjadi pemburu sampah. Kesadaran warga yang minim masih menjadi kendala. “Lempar sampah sesukanya sampai pernah kena perahu. Tapi ya sudah saya bersihkan. Saat ini sudah lebih baik. Sejak talud dibangun, sampah yang dibuang di pinggir sungai terlihat. Warga sepertinya mulai sadar,” ucap dia.

Sugiman mengaku menjadi satu-satunya operator perahu wisata yabg bertahan sepanjang tahun. Tak peduli saat Kali Pepe dangkal atau pasang. Pelanggannya mayoritas anak muda serta sepasang orangtua dan anaknya. Mereka memintanya berlayar sampai Pasar Gede atau dekat tanggul di pintu air Gandekan. “Tarifnya Rp7.000. Perahu ini muat sampai 10 orang dewasa atau 12 anak-anak.”

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku bakal terus mengembangkan wisata air di Kota Bengawan. Bendung Karet Tirtonadi yang telah selesai berikut talud Kali Pepe sampai Pintu air Demangan mendukung pengembangan itu. Awal tahun depan, Rudy akan menggerakkan warga untuk bersih sungai. Aktivitas itu, kata dia, bakal dilakukan rutin.

“Nanti warga di pinggir sungai akan saya kumpulkan. Tanggung jawab kalau sampai ada temuan sampah di lingkungannya,” kata Rudy, kepada Solopos.com, Kamis.