Petani Tanon Sragen Ditemukan Meninggal di Sawah

Anggota BPBD Sragen melihat kondisi di lokasi penemuan mayat di persawahan Desa Gabugan, Tanon, Sragen, Minggu (30/12/2018). (Istimewa - BPBD Sragen)
30 Desember 2018 20:45 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang petani asal Dukuh Gondang Mayang RT 025, Desa Jono, Tanon, Sragen, Suroso, 55, ditemukan meninggal dunia di sekitar sumur dalam persawahan Desa Gabugan, Tanon, Sragen, Minggu (30/12/2018) pukul 14.30 WIB.

Petani itu meninggal dunia diduga karena tersetrum jaringan listrik dari pompa benam submersible. Kapolsek Tanon AKP Heru Budiharto mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat dihubungi Solopos.com, Minggu malam, menjelaskan peristiwa meninggalnya Suroso tidak ada yang mengetahui.

Suroso ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia oleh keluarganya. Pagi itu Suroso berangkat ke sawah pada pukul 05.30 WIB hendak memperbaiki pompa air benam submersible.

“Keluarga curiga karena sampai siang hari korban tidak pulang-pulang. Kemudian keluarga berinisiatif mencari korban ke sawah dan ternyata ditemukan sudah tergeletak di sekitar sumur dalam di persawahan Desa Gabugan, Tanon. Korban dievakuasi dan diidentifikasi oleh tim dari Polres Sragen dan Puskesmas Tanon,” ujar Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan medis, kata Heru, Suroso meninggal dunia 1-2 jam sebelum ditemukan. Dia menjelaskan di tangan kanannya ditemukan luka seperti terbakar yang diduga karena sengatan listrik.

“Jadi pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal diduga karena tersetrum saat memperbaiki pompa submersible itu. Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, menambahkan Suroso meninggalkan seorang istri dan anak yang baru berumur tujuh tahun. Dia menjelaskan tim BPBD juga ikut melakukan assessment ke lokasi kejadian.

“Di lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi. Penemuan korban pada pukul 14.30 WIB dan dilaporkan pada pukul 14.45 WIB dan sudah terkondisi pada pukul 15.00 WIB,” tuturnya.