Yuk Belajar Pemilu Sambil Selfie di Galeri Literasi Demokrasi KPU Solo

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, dalam konferensi pers di Griya Solopos. (Solopos.com/Chelin Indra Sushmita)
31 Desember 2018 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Jawa Tengah, terus melakukan sosialisasi menjelang pemilihan umum (pemilu) 2019. Ada 11 kelompok khusus yang menjadi target sosialisasi KPU Solo terkait pemilu 2019, termasuk generasi milenial sebagai pemilih pemula.

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, mengatakan, pihaknya menyiapkan tempat khusus bernama Rumah Pintar Pemilu atau Galeri Literasi Demokrasi. Tempat tersebut dipersiapkan khusus dengan berbagai macam informasi terkait pemilu yang bisa dikunjungi masyarakat.

"Kami mengajak pemilih pemula datang ke kantor KPU atau yang disebut dengan Rumah Pintar Pemilu alias Galeri Literasi Demokrasi. Ada sejarah pemilu, sejarah wali kota sejak awal, dan data infografis. Kami berupaya menyajikan semua informasi. Ada tempat untuk selfie juga untuk generasi milenial. Kalau datang ke situ berarti pemilih pemula," terang Nurul Sutarti dalam konferensi pers yang digelar di Griya Solopos, Minggu (30/12/2018).

Nurul Sutarti, menambahkan, sosialisasi terkait pemilu 2019 dilakukan dengan cara beragam. Mulai dari membawa alat peraga kampanye hingga mendampingi pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di beberapa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Solo.

"Ada sekitar 11 komunitas yang harus kami berikan sosialisasi. Mulai dari kelompok wanita hingga disabilitas. Caranya macam-macam, bergantung kebutuhan masing-masing komunitas. KPU juga sering diminta mendampingi pemilihan ketua OSIS (pemilos) di beberapa sekolah sebagai cara mengenalkan pemilu kepada pemilih pemula," kata Nurul Sutarti.

Berdasarkan data KPU, jumlah pemilih pemula pada daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019 di Kota Solo, Jawa Tengah, sekitar 7.000 orang. Melihat banyaknya jumlah pemilih pemula, KPU Solo bermitra dengan sejumlah SMA untuk memberikan pendidikan pemilu.

"Teman-teman di tingkat sekolah, khususnya SMA selama ini sudah memanfaatkan logistik KPU, seperti kotak suara, alat coblos, dan bilik, dalam pelaksanaan pemilos. Biasanya, KPU diminta memberikan pembekalan. Sekarang memang banyak SMA yang meminta KPU mendampingi dalam pemilihan OSIS. Sampai kadang kami kewalahan melayani pemilih pemula di Kota Solo," sambung Nurul Sutarti.