KPU Solo Jamin Difabel Bisa Salurkan Hak Pilih di Pemilu 2019

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
31 Desember 2018 01:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Jawa Tengah, telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan umum (pemilu) 2019. Dari 421.999 orang, sebanyak 1.043 peserta pemilu 2019 dalam DPT termasuk kategori difabel.

Meski memiliki keterbatasan, buktinya selama ini penyandang disabilitas cukup antusias memberikan hak pilih. Melihat antusiasme tersebut, KPU Solo mengupayakan kaum difabel bisa menyalurkan suara dalam pemilu 2019 dengan lancar.

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan kepada komunitas difabel terkait pelaksanaan pemilu 2019. Dalam pelaksanaan sosialisasi, mereka mendapatkan masukan dari komunitas difabel terkait teknis pencoblosan.

"Ada sekitar lima kategori difabel dalam DPT pemilu 2019 di Solo, mulai dari tunadaksa, difabel-netra, hingga difabel lainnya seperti stroke. Kami terus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan pemilu 2019 dan mereka memberikan banyak masukan. Seperti teman-teman dari komunitas tunarungu, memberi saran kami tidak memanggil dengan mikrofon, tapi dengan visual," kata Nurul Sutarti dalam konferensi pers yang digelar di Griya Solopos, Minggu (30/12/2018), pagi.

Nurul Sutarti menambahkan, penyandang disabilitas boleh membawa pendamping saat memberikan hak pilih pada pemilu 2019, 17 April 2019 mendatang. Menurutnya, formulir C3 merupakan salah satu solusi untuk membantu kaum difabel menyalurkan hak suara.

"Menurut kami, salah satu solusi adalah formulir C3. Kaum difabel boleh membawa pendamping sendiri atau kalau tidak ada, boleh dibantu petugas KPPS. Ini sudah ada di ketentuan PKPU," terang Nurul Sutarti.

Nantinya, tempat pemungutan suara (TPS) bakal didesain sesuai dengan kebutuhan penyandang disablitas. Jika tidak, maka hal tersebut bisa dilaporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).