Pengunjung Keraton Solo Naik 10 Kali Lipat

Keraton Solo Dipadati Pengunjung saat libur Natal dan Tahun Baru, Senin (31/12 - 2018). (Solopos/Tamara Geraldine)
31 Desember 2018 16:30 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Libur sekolah sekaligus libur Natal dan Tahun Baru banyak dimanfaatkan masyarakat atau wisatawan untuk menyambangi objek wisata di Solo. Ratusan wisatawan memenuhi Keraton Kasunanan Solo. Mereka datang dari luar kota bersama keluarga untuk memanfaatkan waktu libur sekolah.

Menurut petugas loket Keraton Surakarta, Ny Setiani, jumlah pengunjung diperkirakan menembus 200-500 orang/hari selama liburan. Pada Minggu (30/12/2018) pengunjung pada pagi hari meningkat hingga dua kali lipat.

“ Momen ini sebenarnya bebarengan dengan libur sekolah, libur Natal dan Tahun Baru. Jadi banyak tamu luar kota berkunjung ke Keraton. Jumlah pengunjung lebih tinggi dibandingkan hari hari biasa di mana pada hari biasa ada 20 hingga 50 orang/hari," ujarnya, saat ditemui di lokasi Keraton, Senin (31/12/2018).

Jam operasi buka Keraton tidak ada perubahan waktu yakni Senin-Kamis mulai pukul 09.00-14.00 WIB. Sementara Sabtu - Minggu mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Petugas loket mulai menerima pengunjung pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 15.00 WIB. Harga tiket masuk juga ditetapkan sama, yakni Rp10.000/orang atau Rp 8.000/orang untuk tamu di atas 40 orang. Sedangkan khusus tamu yang membawa kamera dikenaikan tambahan biaya Rp 2.500/kamera. Sebanyak tujuh memandu disiapkan mengawal para tamu.

Menurut wisatawan asal Jakarta, Endru Wijayanto, 29, mengaku kerap mengunjungi museum Keraton Solo saat berkunjung ke Solo. “Sering banget sebenarnya datang ke sini, selain murah juga bisa ajak teman–teman menengok warisan leluhur Keraton,” ujarnya.

Ia mengaku banyaknya pengunjung membuatnya harus antre untuk mengambil foto di salah satu peninggalan. “Pas mau foto harus antre dulu karena banyak wisatawan lainnya juga mengambil foto salah satu peninggalan,” ujarnya.

Selain itu, Museum Radyapustaka yang terletak di Jalan Slamet Riyadi juga mengalami peningkatan pengunjung selama musim liburan. Staf Administrasi Museum Radyapustaka, Sasa, mengatakan dalam liburan tahun ini museum Radyapustaka mengalami kenaikan 45 % dari hari biasa.

“Libur sekolah ini hampir selesai, peningkatan jumlah pengunjung mulai dari 70 hingga 200 orang/hari. Rata-rata jumlah pengunjung yang datang adalah rombongan keluarga. Rombongan ini datang dari berbagai wilayah luar Solo,” ujarnya.

Museum Radya Pustaka merupakan museum tertua di Indonesia yang dibangun pada 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosroningrat IV. Museum ini memiliki perpustakaan yang menyimpan buku-buku budaya dan pengetahuan sejarah, dan kesusastraan seni budaya baik dalam Bahasa Jawa kuno maupun Bahasa Belanda. Di museum ini tersimpan koleksi benda-benda kuno yaitu arca batu dan perunggu dari zaman Hindu dan Buddha, senjata keris dan tombak, gamelan, dan prasasti.