Sragen Dilirik 4 Investor dengan Modal Rp2 Triliun

Ilustrasi Investasi (Solopos - Whisnupaksa)
01 Januari 2019 22:35 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Empat perusahaan besar berminat menanamkan modal senilai lebih dari Rp2 triliun di Kabupaten Sragen pada 2019.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen Yusep Wahyudi mengungkapkan hal tersebut saat ditemui Solopos.com di Gedung DPRD Sragen, Senin (31/12/2018). Dia menjelaskan perwakilan dari empat perusahaan itu sudah berkomitmen dan menaruh minat untuk berinvestasi di Sragen saat mereka bertemu di ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2018 di Jakarta, belum lama ini.

"Mereka baru menyampaikan minat dan komitmen jadi kami belum menindaklanjutinya. Perkiraan investasi yang mereka bawa lebih dari Rp2 triliun," papar Yusep.

Yusep enggan menjelaskan lebih terperinci terkait profil perusahaan besar yang ingin berinvestasi di Sragen tersebut. Setiap perusahaan memiliki kompetitor yang berpotensi menggagalkan upaya mereka untuk berinvestasi.

Yusep hanya membocorkan tiga dari empat perusahaan itu bergerak di bidang fashion, alat-alat kesehatan, dan alat-alat pertanian. "Selain empat perusahaan besar itu, masih ada perusahaan kecil menengah setingkat UMKM. Tapi, investasi yang mereka bawa tergolong kecil," jelas Yusep.

Pada 2018, Pemkab Sragen memasang target investasi masuk senilai Rp1,7 triliun. Hingga akhir tahun, target tersebut sudah tercapai.

"Realisasi target investasi 2018 mencapai Rp1,7 triliun lebih sedikit. Target tercapai. Investasi pada 2018 juga meningkat dibandingkan pada 2017 yang hanya mendekati Rp1,7 triliun," terang Yusep.

Pada 2019, Pemkab Sragen meningkatkan target investasi masuk mendekati angka Rp2 triliun. Dengan adanya minat dari empat perusahaan besar itu, Yusep optimistis target investasi pada 2019 tersebut bakal tercapai.

"Kami berharap ada perubahan iklim berinvestasi yang positif. Diperlukan inovasi dalam rangka menumbuhkan iklim investasi. Semangat berinvestasi juga harus tetap dibangun," ujar Yusep.

Salah satu inovasi yang bakal dilakukan DPMPTSP, kata Yusep, ialah menerbitkan kartu khusus untuk investor. Kartu tersebut memiliki chip yang berisi database mengenai portofolio dari investor. Kartu tersebut juga bisa digunakan untuk bertransaksi.

"Nama kartunya masih kami cari yang dirasa tepat. Kami menjalin kerja sama dengan salah satu bank untuk pembuatan kartu ini," jelas Yusep.

Yusep mengakui saat ini ada sejumlah investor yang berminat membangun mal di Sragen. Kendati begitu, dia menegaskan pembangunan mal hingga kini belum mendapat lampu hijau dari Bupati Sragen dan dinas terkait.

"Kami punya angan-angan kalau berniat bangun mal, konsepnya berbeda dengan mal-mal yang sudah ada di Solo. Kami ingin komoditas yang dijual di mal itu merupakan produk lokal. Ada produk pertanian atau kerajinan. Tapi ini perlu kajian terlebih dahulu," ucapnya.