Ada Pohon Raksasa Tumbang, Objek Wisata Umbul Susuhan Klaten Ditutup

Warga dibantu sukarelawan memotong-motong pohon bibis yang tumbang di kolam alami objek wisata air Umbul Susuhan, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, Selasa (1/1/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
01 Januari 2019 16:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pohon bibis raksasa di objek wisata Umbul Susuhan, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, tumbang pada Selasa (1/1/2019) dini hari. Akibatnya, objek wisata air tersebut terpaksa ditutup dan pengelola kehilangan potensi pendapatan belasan juta rupiah pada liburan Tahun Baru ini.

Pohon bibis tersebut tumbang sekitar pukul 01.30 WIB. Pohon yang diperkirakan berusia ratusan tahun tersebut memenuhi kolam renang alami yang belakangan menawarkan fasilitas foto bawah permukaan air. Pohon diperkirakan setinggi 15 meter dengan lingkar batang lebih dari 10 meter.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Manjungan membangun sejumlah fasilitas kolam renang dan wahana permainan air di objek wisata tersebut sejak 2015 lalu dengan dana desa serta bantuan keuangan khusus (BKK). Objek wisata itu dibuka untuk umum sejak Maret 2017 dan dikelola Badan Usaha Milik (BUM) Desa Mahanani, Desa Manjungan.

umbul susuhan klatenWarga meninggalkan objek wisata Umbul Susuhan, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, yang tutup karena ada pohon tumbang, Selasa (1/1/2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Direktur BUM Desa Mahanani, Agus Tri Joko, menjelaskan tumbangnya pohon itu lantaran kondisinya yang sudah lapuk. Saat pemaprasan dahan pohon sebulan lalu, petugas menemukan sejumlah bagian batang pohon yang keropos. Rencananya, pohon berukuran raksasa itu ditebang setelah Lebaran 2019.

Pengelola mengaku sudah menempatkan petugas untuk mengingatkan pengunjung agar tak terlalu mendekat ke pohon. “Pohon tumbang karena faktor usia dan sudah keropos. Ada rencana untuk menebang pohon setelah Lebaran namun malah tumbang duluan,” kata Joko saat ditemui Solopos.com di Umbul Susuhan, Selasa.

Pohon tersebut menjadi satu-satunya pohon berukuran raksasa di objek wisata yang dikenal dengan salah satu fasilitas kolam renang khusus perempuan itu. Ia meyakini tumbangnya pohon tersebut tak memengaruhi debit air pada sumber mata air utama.

Akibat peristiwa itu, Umbul Susuhan ditutup sementara untuk umum guna memudahkan pembersihan pohon tumbang dari kolam. Joko belum bisa memastikan berapa lama proses pemotongan batang pohon berlangsung meski di depan objek wisata tersebut sudah tertempel spanduk pengumuman tutup selama sepekan.

“Kalau kami inginnya secepatnya. Yang jelas dua hari ini [Selasa-Rabu (1-2/1/2019)] tutup guna evakuasi pohon. Kami segera beroperasi setelah proses evakuasi pohon selesai dan pembenahan bangunan-bangunan yang rusak,” ungkapnya.

Joko menjelaskan tak ada korban jiwa dalam kejadian itu lantaran kondisi objek wisata tengah sepi. Namun, tiga pompa air rusak tertimpa batang pohon. Selain itu, potensi pendapatan yang diperoleh pada hari libur terakhir rangkaian liburan sekolah dan perayaan Natal serta Tahun Baru hilang.

Joko menuturkan selama liburan sekolah beriringan dengan libur Natal dan Tahun Baru dua pekan terakhir ada peningkatan pendapatan yang diperoleh BUM desa. Pada Senin (31/12/2018), pendapatan yang diperoleh mencapai Rp11 juta dari tiket masuk objek wisata senilai Rp8.000/orang.

“Sebenarnya hari ini [Selasa] menjadi puncak kunjungan. Perkiraan potensinya kalau Rp15 juta ada,” tutur dia.

Pengunjung Kecele

Sementara itu, banyak warga yang kecele saat mendapati objek wisata Umbul Susuhan tutup, Selasa. Mereka mencari alternatif objek wisata lain guna mengisi libur tahun baru bersamaan dengan berakhirnya liburan sekolah semester gasal tahun ajaran 2018/2019.

“Tidak tahu kalau ternyata tutup. Rencananya mau pindah lokasi kalau tidak ke Ponggok ya ke Janti,” kata salah satu warga Jatinom, Sugiyono, 30, saat mendatangi Umbul Susuhan bersama istri dan anaknya.

Warga lainnya, Heri, 29, juga memilih mencari tempat wisata lainnya untuk mengisi libur Tahun Baru setelah mengetahui Umbul Susuhan tutup.

“Paling pindah ke Cokro. Kalau dibilang kecewa ya kecewa. Umbul Susuhan itu murah dan komplet ada kolam untuk anak-anak juga. Biasanya kalau liburan juga main ke Umbul Susuhan,” kata warga Desa Socokangsi, Kecamatan Jatinom, tersebut.