Pengelolaan 9 Pintu Air dan 1 Bendungan Diserahkan ke Pemkot Solo

Penampakan Jembatan Kaca Bendung Karet Tirtonadi, Kali Anyar, Nusukan, Banjasari, Solo, Rabu (5/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
02 Januari 2019 12:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyerahkan pengelolaan sembilan pintu air dan satu bendungan di Kota Solo kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Serah terima juga dilakukan untuk lansekap Taman Tirtonadi dan Taman Jurug.

Wali Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo, saat ditemui Solopos.com di Balai Kota Solo, Rabu (2/1/2019), mengatakan sembilan pintu air dan satu bendungan itu di antaranya pintu air Jebres, Semanggi, Pucangsawit, dan Bendungan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres.

“Setelah diserahterimakan ke Pemkot Solo yang tertuang dalam naskah kerja sama antara Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, pengelolaannya akan dimulai pada Rabu ini,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, dalam penandatanganan berita acara serah terima operasional itu sementara ada delapan pompa air beserta kelengkapannya dan delapan set pintu air di Sungai Bengawan Solo.

Lalu, satu pompa air beserta kelengkapannya dan satu set pintu air di Kali Pepe pada hulu sungai, satu bendungan di Sudiroprajan, dan lansekap Taman Tirtonadi dan Taman Jurug.

Kepala BBWSBS, Charisal Akdian Manu, mengatatakan serah terima itu merupakan bagian dari langkah penanganan persoalan banjir di Kota Solo. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk sinergi antara BBWSBS dan Pemkot Solo untuk fokus terhadap persoalan banjir terlebih saat ini debit air di dari Kota Bengawan mengalami peningkatan.

Menurutnya, dahulu debit kapasitas pengaliran Q10 dengan kategori kota kini menjadi kategori metropolitan dengan debit kapasitas pengaliran yakni Q50. Hal itu dikarenakan padatnya penduduk di Kota Solo yang harus diiringi penambahan delapan pompa air sebagai langkah antisipasi.

Ia menambahkan dengan serah terima itu, yang meliputi perawatan, dapat dilakukan efisiensi dana perawatan dalam kegiatan penanganan banjir dengan kegiatan lainnya.