Pemkot Solo Tak Ingin Perempuan Jadi Penarik Gerobak Sampah, Ini Alasannya

Petugas kebersihan kelurahan didampingi teknisi mengoperasikan gerobak motor seusai diserahkan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, di halaman Balai Kota Solo, Senin (10/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
02 Januari 2019 14:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo meminta para perempuan yang masih bekerja sebagai petugas petugas penarik gerobak sampah dipindahtugaskan ke kantor kelurahan setempat.

Hal itu sebagai upaya penghormatan kepada kaum peremuan dengan berbagai upaya perlindungan dari Pemerintah Kota Solo.

Wali Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo, saat ditemui Solopos.com di Balai Kota, Rabu (2/1/2019), mengatakan perempuan yang bertugas sebagai penarik gerobak sampah digeser ke bidang lain ke kantor kelurahan sesuai kemampuan dan kebutuhan kantor kelurahan. Misalnya menjadi petugas kebersihan di kantor.

“Kebijakan itu untuk melindungi perempuan dari risiko kecelakaan kerja. Perempuan penarik gerobak sampah tidak mencerminkan penghormatan apalagi ketika penarik gerobak sampah telah berusia lanjut,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak bermaksud mendiskreditkan atau mendiskriminasi perempuan dalam pekerjaan namun ini semata sebagai upaya menghormati para perempuan. Ia mengaku tidak tega melihat perempuan apalagi yang telah berusia lanjut masih bekerja sebagai penarik gerobak sampah yang berat.

Pemkot Solo telah memberikan upah sesuai standar upah minimum kota (UMK) kepada sekitar 800 petugas di bidang kebersihan ditambah petugas penarik gerobak sampah juga mendapatkan gaji ke-13. Namun, dia juga mengaku masih mendapat laporan ada petugas penarik sampah yang hanya bekerja mengambil sampah beberapa hari sekali.

Hal itu menjadi perhatian khusus dan akan dilakukan pembinaan karena jam kerja petugas yakni delapan jam sehari. Karena itu pula mulai tahun ini petugas kebersihan juga harus mengisi presensi secara elektronik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Sri Wardhani Poerbowidjojo, mengatakan penarik sampah bukan pekerjaan yang mudah dikarenakan sampah merupakan akar permasalahan di perkotaan. Menurutnya, petugas sampah merupakan garda depan untuk menyelesaikan persoalan sampah.