Layanan BPJS di RSU Islam Kustati Solo Dicabut

Logo BPJS Kesehatan
02 Januari 2019 19:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Kustati, Pasar Kliwon, Solo, untuk sementara tidak bisa melayani pasien pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. BPJS mencabut layanan di rumah tersebut karena persoalan akreditasi rumah sakit yang belum selesai.

Kepala Bagian SDM RSUI Kustati Solo, Pujianto, saat ditemui Solopos.com di ruang sekretariat RSU Islam Kustati, mengatakan penghentian sementara pelayanan BPJS itu dimulai hari ini, Rabu (2/1/2019). Ia mengaku baru menerima surat pemberitahuan pemberhentian itu pada Selasa (1/1/2019) sore.

“Kami mengacu pada surat dari Kementerian Kesehatan Nomor: HK.03.01/Menkes/768/2018 tentang perpanjangan kerja sama rumah sakit dengan BPJS. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 tentang pelayanan kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional mensyaratkan  akreditasi rumah sakit untuk kerja sama dengan BPJS,” ujarnya.

Ia menambahkan RSU Islam Kustati saat ini tengah proses akreditasi dengan menyiapkan data. Mengenai penghentian layanan BPJS, ia belum tahu batas waktunya sampai kapan.

“Syarat akreditasi ke BPJS Kesehatan yang terbaru kami masih mengurusnya. Tanggal 15 Januari akan dilakukan simulasi survei oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit karena akreditasi tidak hanya data. [Pasien BPJS] yang sudah telanjur masuk pada Selasa [1/1/2019] ada 13 orang. Teknisnya kami akan berkoordinasi dengan BPJS Solo,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Staf Bagian Operasional dan Keamanan RSU Islam Kustati, Ari Sudarsono, mengatakan pasien yang hendak berobat ke RSU Islam Kustati dapat mendaftar sebagai pasien umum. Namun, apabila masih ingin menggunakan BPJS Kesehatan dapat membuat faskes baru ke rumah sakit lain yang masih melayani BPJS Kesehatan.

“Kami beri dua opsi, silakan ke rumah sakit lain. Kalau pasien darurat kami arahkan untuk rujuk ke rumah sakit lain, sama saja. Kalau menggunakan BPJS Kesehatan kami tidak bisa menerima. Segera kami arahkan untuk dirujuk ke rumah sakit lain,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pasien asal Kecamatan Pasar Kliwon, Sunarni, memilih menjadi pasien umum untuk memeriksakan kondisi kesehatannya di RSU Islam Kustati. Ia baru tahu RS itu menghentikan layanan BPJS saat sampai di rumah sakit. Ia menolak pindah atau mencari klinik lain yang melayani BPJS Kesehatan.