2 Pekan Libur Sekolah, Umbul Ponggok Raup Rp100 Juta/Hari

Pengunjung menikmati wahana Ponggok Adventure Warrior di Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Senin (31/12 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik)
02 Januari 2019 05:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Perputaran uang di Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo mencapai seratusan juta rupiah per hari selama liburan perayaan Natal dan Tahun Baru. Jumlah pengunjung objek wisata yang dikelola Badan Usaha Milik (BUM) Desa Tirta Mandiri tersebut per hari 3.500 orang.

Marketing Umbul Ponggok, Agus Santosa, mengatakan pada hari biasa atau di luar liburan dan akhir pekan jumlah pengunjung Umbul Ponggok rata-rata 300-400 orang/hari. Pada akhir pekan, jumlah kunjungan meningkat sekitar 1.000 orang/hari.

Sementara, selama liburan sekolah bersamaan dengan perayaan Natal dan tahun baru kali ini jumlah kunjungan meningkat drastis dibanding hari biasa. Jumlah pengunjung Umbul Ponggok  terbanyak selama liburan kali ini hingga Senin (31/12/2018) terjadi pada Minggu (30/12/2018) sebanyak 5.500 orang.

“Peningkatan jumlah pengunjung itu sudah terjadi dua pekan terakhir sejak kali pertama liburan sekolah. Rata-rata per hari itu 3.500 pengunjung,” kata Agus yang akrab disapa Mbah Gondrong tersebut saat ditemui Solopos.com, Senin.

Peningkatan kunjungan ke Umbul Ponggok kerap terjadi ketika libur Natal dan Tahun Baru. Tren tersebut mirip ketika memasuki libur Lebaran. Soal rekor terbanyak jumlah pengunjung saat libur Natal dan tahun baru, Agus menjelaskan terjadi saat libur Natal dan tahun baru pada satu atau dua tahun lalu dengan jumlah pengunjung menembus 7.500 orang/hari.

“Makanya dua hari terakhir liburan sekolah [Senin-Selasa (31/12/2018)-(1/1)] kami kerja keras untuk menggenjot jumlah pengunjung. Semoga jumlah kunjungan akhir tahun ini bisa menutup target Rp16 miliar [selama 2018],” urai dia.

Soal perputaran uang selama libur Natal dan tahun baru, Agus memperkirakan sedikitnya Rp100 juta baru dari sisi pendapatan BUM Desa Tirta Mandiri. Pendapatan yang diterima BUM desa berasal dari tiket masuk Rp15.000/orang.

Pendapatan juga diperoleh dari penyewaan peralatan seperti pelampung Rp7.000/unit, masker snorkeling Rp13.000/unit, foto underwater Rp60.000 untuk 30 menit, peralatan Umbul Ponggok Walker Rp150.000, serta peralatan diving Rp250.000.

Pendapatan lainnya berasal dari wahana Ponggok Warrior Adventure senilai Rp20.000/orang lengkap dengan pelampung. Rata-rata jumlah pengunjung yang menikmati wahana tersebut sebanyak 200 orang.

“Dari tiket masuk saja rata-rata Rp52 juta. Itu belum termasuk penyewaan alat dan wahana. Kalau dihitung per hari selama libur Natal dan tahun baru ini jumlah uang yang beredar bisa sampai Rp100an juta,” urai dia.

Peningkatan jumlah pengunjung juga mendongkrak pendapatan warga yang menggantungkan kunjungan ke Umbul Ponggok. “Ada sekitar 28 UKM yang ada di dalam umbul seperti kuliner dan suvenir. Ada pula yang menyediakan jasa kamar mandi. Sekitar tiga lokasi kamar mandi dikelola RW [rukun warga]. Satu lokasi jasa kamar mandi yang dikelola RW itu saja selama liburan ini pemasukan bisa mencapai Rp400.000/hari,” jelas dia.

Tak Berdampak

Agus tak menampik bermunculannya objek wisata baru di sekitar wilayah Desa Ponggok berdampak pada jumlah pengunjung di Umbul Ponggok saat memasuki musim liburan. Hanya, ia meyakini dampak penurunan jumlah pengunjung ke Ponggok itu tak signifikan.

“Bermunculannya objek wisata lain itu justru saling melengkapi. Kalau ada dampak pun tidak signifikan, kami tetap biasa-biasa saja. Kalau saya melihat mungkin maksimal hanya satu persen,” kata dia.

Sementara itu, jasa kamar mandi di kawasan Umbul Ponggok tak hanya dikelola RW. Jasa tersebut juga dikelola secara pribadi oleh warga setempat. Jumlah total jasa kamar mandi dikelola pribadi sekitar sembilan lokasi.

Seperti Sri Hartani yang memiliki tujuh kamar mandi yang biasa diburu pengunjung untuk kamar ganti serta mandi. Ia mematok tarif Rp2.000/orang. Terkait jumlah pendapatan dari jasa kamar mandi, Sri Hartani, mengaku ada peningkatan dua kali lipat selama liburan kali ini dibanding kunjungan hari biasa.

“Kalau saya pendapatan dari kamar mandi itu rata-rata Rp300.000/hari selama liburan atau naik dua kali lipat dibanding hari biasa,” kata warga Dukuh Ponggok yang juga memiliki usaha penjualan pakaian dan aksesoris tersebut.