Sekda Karanganyar Emoh Terjun Ke Politik Seusai Pensiun, Ini Alasannya

Mantan Sekda Karanganyar, Samsi, bekerja di kantornya saat masih menjabat Sekda Karanganyar. (Istimewa)
02 Januari 2019 09:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, resmi meletakkan jabatan dan memasuki masa pensiun per Senin (31/12/2019). Bapak dua anak itu pensiun di usia 60 tahun.

Meski tak lagi menjadi aparatur sipil negara, Samsi ogah mengikuti langkah beberapa birokrat lainnya yang terjun ke politik. Dia memilih mengisi masa pensiunnya dengan mengajar dan beternak itik. Ia juga berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S3.

"Per 7 Desember lalu saya berusia 60 tahun. Saya sudah menjalankan tugas sebagai abdi negara selama 33 tahun delapan bulan," kata Samsi saat berbincang dengan wartawan, Senin (31/12/2018).

Beberapa hari menjelang akhir masa jabatan pimpinan tinggi pratama, lelaki yang juga menjadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar itu masih sibuk menandatangani berkas, memimpin rapat, dan mendatangi sejumlah acara. Samsi menjadi ASN sejak 1985. Sedangkan jabatan Sekda Karanganyar disandang sejak 2012.

"Saya menggantikan Pak Kastono [Kastono D.S.]. Saya bersyukur bisa menunaikan tugas sebagai abdi negara hingga paripurna," tutur dia.

Selanjutnya pemerintah akan menempuh sejumlah mekanisme mengisi kekosongan jabatan Sekda Karanganyar. Dimulai dari menempatkan pelaksana tugas (Plt) Sekda Karanganyar.

Tetapi Samsi mengaku tidak mengetahui siapa pejabat tersebut. Dia menuturkan pengisian sementara menjadi wewenang Bupati.

Sebelum menjabat Sekda, Samsi pernah bertugas di sejumlah instansi. Dia menyebut pernah bertugas di Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), Kepala Bagian (Kabag) Organisasi, Kabag Kepegawaian, dan Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Karanganyar. Jabatan berikutnya di Kantor Kesbangpol, Insektorat Karanganyar, dan Sekretaris DPRD Karanganyar.

Selain jabatan di pemerintahan, Samsi juga memangku jabatan di sejumlah organisasi, seperti Ketua Kwarcab Pramuka Karanganyar selama dua periode, Ketua RAPI, Ketua Hamkri, Ketua Korpri, pengurus Baznas, dan pembina PMI Cabang Karanganyar. Samsi membagi cerita pengalaman menarik yang terus diingat hingga kini.

Saat itu dia harus meredam tensi massa yang hendak membakar salah satu balai desa di Karanganyar. "Warga demo dan mau membakar balai desa. Alasannya carik ketahuan selingkuh. Pas hari libur. Saya main tenis. Ada informasi begitu harus langsung ke lokasi. Padahal pakai celana pendek tenis itu. Akhirnya nyilih kathok dawa [pinjam celana panjang] lalu ke lokasi," cerita dia.

Setelah pensiun, Samsi mengaku akan fokus melanjutkan studi S3 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Samsi juga menjadi salah satu pengajar di salah satu fakultas di UNS Solo. Saat disinggung tentang politik, Samsi menampik kemungkinan terjun ke politik.

"Tidak punya basic politik. Saya mengurus entok [itik] di kebun. Ada ratusan entok. Dikembangbiakkan sendiri lewat telur. Sudah setahun ini. Ada 3.000-6.000 ekor kuthuk. Tenaga dari lingkungan sekitar," tutur dia.

Terobosan dia sebelum meletakkan jabatan adalah memfasilitasi kelompok kerja (pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Karanganyar tentang Sanitasi Berkelanjutan. Program itu mengantarkan Kabupaten Karanganyar meraih juara tiga nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan tahun 2018. Pada beberapa kesempatan, Samsi getol menyosialisasikan sanitasi berkelanjutan sebagai program STBM berkelanjutan.