Liburan, Karak Tanpa Borak 11 Varian Laris Manis

Pengrajin karak tanpa borak menata karak yang akan dijemur di Bolon, Colomadu,Karanganyar, Kamis (27/12/2018). - Iskandar
02 Januari 2019 21:11 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Karak tanpa borak dan 11 varian produk karak lainnya buatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Trampil Mandiri Desa Bolon, Colomadu, Karanganyar, laris manis. Makanan renyah itu diserbu pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.

Bukan hanya itu sirup dan produk sehat produksi UPPKS juga ludes terjual habis pada musim liburan Natal dan Tahun Baru 2019 ini.

“Pada musim liburan dan Natal ini seluruh produk kami ada lonjakan hampir 100 persen. Pada liburan seperti hari Raya Lebaran maupun Natal seperti ini mereka yang mudik banyak yang membeli untuk oleh-oleh,” ujar Ketua UPPKS Trampil Mandiri Desa Bolon, Colomadu, Karanganyar, Titi Sayekti ketika ditemui di Colomadu, Kamis (27/12/2018)..

Menurut dia, dia telah kehabisan stok karak dan sejumlah barang lainnya. Permintaan konsumen dinilai naik drastis baik yang karak mentah maupun yang matang.

UUPPKS meminta seluruh pengrajin agar menaikkan produksi. Jika pada saat normal mereka hanya santai membuat karak tiga kilogram, saat ini dinaikkan menjadi lima kilogram sampai 10 kilogram.

Menurut dia, permintaan karak terbanyak terjadi saat musim Lebaran. Saat itu pihaknya mengerahkan secara optimal 12 pengrajin binaannya untuk menyuplai barang-barang tersebut.

Dia menjelaskan para pembeli produknya berasal dari berbagai daerah. Selain warga Solo dan sekitarnya permintaan juga datang dari Sumatra, Kalimantan, Jakarta, Bandung, dan sebagainya.

Dia mengatakan omzet penjualan seluruh barang yang diproduksinya lumayan besar. Jika dulu awalnya hanya digunakan sebagai usaha sampingan, sekarang bisa jadi melebihi penghasilan sebagai pegawai.

“Kalau bicara nominal, per bulan kira-kira mencapai Rp3 juta sampai Rp5 juta bersih. Selain itu pihaknya juga memberdayakan warga Bolon yang penghasilannya rendah sehingga bisa meningkatkan ekonomi mereka setelah dibina dan diberi modal agar mempunyai kegiatan dan mempunyai omzet sendiri,” kata dia.

Di sisi lain dengan penghasilan tersebut secara pribadi dia mengaku mempunyai program pengentasan kemiskinan, tabungan sedekah sehingga bisa berbagi dengan tiga lembaga. Dia berbagi dengan Rumah Zakat, Yayasan Yatim Mandiri di Solo, dan Yayasan Samiasih Trampil Mandiri di Bolon, Colomadu.