Penumpang Jeblok, Sejumlah Penerbangan di Bandara Solo Dibatalkan

Bandara Adi Soemarmo Solo. (Solopos/Dok)
03 Januari 2019 09:40 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Maskapai penerbangan di Bandara Internasional Adi Soemarmo terpaksa membatalkan beberapa penerbangan lantaran menurunnya jumlah penumpang pada liburan Tahun Baru ini. Bahkan, satu dari dua maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan turut dibatalkan.

Station Manager Lion Air Bandara Adi Soemarmo, Aditya Yudha, mengatakan tidak ada peningkatan jumlah penumpang yang signifikan saat momen Natal dan Tahun Baru ini. Bahkan, rata-rata okupansi penumpang saat Nataru 80%-90%.

“Jumlah penumpang kami normal, tidak ada peningkatan. Kami justru cancel beberapa flight, termasuk extra flight yang tidak jadi kami buka,” ujarnya, kepada Solopos.com, Rabu (2/1/2018).

Sebelumnya, Lion Air mengajukan extra flight untuk rute penerbangan Solo-Bali (SOC-DPS) berangkat pukul 11.20 WIB dan DPS-SOC berangkat pukul 13.10 WIB untuk periode 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

“Kemungkinan besar penurunan jumlah penumpang ini karena tol trans Jawa yang sudah dibuka,” imbuhnya.

Di sisi lain, Citilink juga mengajukan extra flight pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru ini. Rutenya adalah Jakarta-Solo (CGK-SOC) PP untuk 20 Desember – 6 Januari berangkat pukul 19.15 WIB (CGK-SOC) dan 21.25 WIB (SOC-CGK). Sementara untuk 18, 20 Desember dan 3-4 Januari extra flight Citilink rute CGK-SOC pukul 11.35 WIB dan SOC-CGK pukul 13.35 WIB.

Station Manager Citilink Bandara Adi Soemarmo, Rudi, mengakui adanya penurunan jumlah penumpang saat Nataru ini. Penurunannya mencapai 10%, sementara okupansi flight rata-rata per hari 80%.

“Kami tetap konsisten untuk memenuhi kebutuhan konsumen sampai 6 Januari 2019 untuk extra flight,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan jumlah penumpang ini kemungkinan besar karena dibukanya akses jalan tol. Jalan bebas hambatan ini dinilai mempermudah masyarakat untuk melalui jalan darat dengan waktu yang juga lebih cepat.

Sementara itu, jumlah penumpang yang menggunakan pesawat terbang yang melalui Bandara Adi Soemarmo jeblok saat pergantian Tahun Baru, 31 Desember 2018. Penurunannya mencapai 35%-36% jika dibandingkan Tahun Baru sebelumnya.

Humas Bandara Adi Soemarmo, Danar Dewi, mengatakan pada H-1 Tahun Baru, jumlah penumpang yang datang sebanyak 2.303 pax. Angka ini lebih sedikit daripada tahun lalu, yakni 4.205 pax, atau turun 35% (yoy). Sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 3.081, sementara tahun lalu 4.717 penumpang atau turun 36% (yoy).

“Penurunan jumlah penumpang ini karena dibukanya sarana jalan tol,” jelasnya.